Alami Kegagalan Mekanis, AS Kandangkan Semua Pesawat Pembom B-1B

Sabtu, 09 Juni 2018 - 06:40 WIB
Alami Kegagalan Mekanis,...
Alami Kegagalan Mekanis, AS Kandangkan Semua Pesawat Pembom B-1B
A A A
WASHINGTON - Komando Penyerangan Global Angkatan Udara (AFGSC) Amerika Serikat (AS) memerintahkan agar semua pesawat pembom B-1b Lancers dilarang terbang. Komando yang bertugas mengawasi setiap armada pembom di Angkatan Udara AS ini mengeluarkan perintah tersebut karena adanya masalah keamanan dengan komponen kursi lontar.

"Selama proses investigasi keselamatan setelah pendaratan darurat B-1B di Midland, Texas, ditemukan masalah dengan komponen kursi lontar yang mengharuskan stand down," bunyi siaran pers AFGSC seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (9/6/2018).

Pendaratan darurat dilakukan di Midland International Air and Space Port pada tanggal 1 Mei. Pesawat pengebom akan kembali terbang setelah masalah telah diselesaikan.

Masalah keamanan datang di tengah penerbangan setelah B-1B yang dijuluki "Bone" lepas landas dari Dyess Air Force Base di Texas. Tak satu pun dari empat awak pesawat yang terluka.

Tim darurat telah siap dilandasan bahkan sebelum pesawat mendarat, dan tim pemadam dilaporkan telah menggunakan busa tahan api di pesawat saat mendarat. Ini menyebabkan spekulasi bahwa pesawat mungkin mengalami kebakaran mesin.

Dua foto yang diambil di tempat kejadian menunjukkan pintu darurat di atas kokpit terbuka, yang menunjukkan bahwa sebuah perintah ejeksi, menurut Air Force Times. Meskipun demikian, semua anggota awak berpartisipasi dalam pendaratan darurat.

Sekarang, Safety Investigation Board (SIB), sebuah tim ahli yang bekerja untuk menyelidiki kecelakaan dan membuat rekomendasi tentang cara mencegah yang akan datang, sedang mencari tahu masalahnya.

"Keamanan Airmen adalah prioritas utama komando. Angkatan Udara menganggap serius insiden keselamatan dan bekerja dengan giat untuk mengidentifikasi dan mengoreksi potensi penyebab," kata pernyataan AFGSC.

Diproduksi oleh Rockwell, sekarang menjadi bagian dari Boeing, B-1B Lancer mulai beroperasi dengan Angkatan Udara AS pada tahun 1986 sebagai pembom berat supersonik dan berkemampuan nuklir. Baru-baru ini, B-1B yang ditempatkan di Guam telah digunakan untuk terbang di atas Korea Utara (Korut) dan telah berpartisipasi dalam berbagai latihan di wilayah tersebut. Lancers juga terlibat dalam serangan rudal Amerika Serikat di Suriah pada bulan April.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
3 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
4 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
5 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
6 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
7 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved