Diplomat AS di China Terkena Penyakit Misterius

Jum'at, 08 Juni 2018 - 11:41 WIB
Diplomat AS di China...
Diplomat AS di China Terkena Penyakit Misterius
A A A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) membawa pulang sekelompok diplomat dari Guangzhou, China, karena khawatir mereka mengalami penyakit misterius yang mengakibatkan cedera otak.

Penyakit itu mirip dengan yang dialami personil AS di Kuba. Setelah mengonfirmasi ada satu pegawai pemerintah AS yang mengalami insiden medis di kota Guangzhou itu, Deplu mengerahkan tim untuk memndai para pegawai dan anggota keluarganya.

Pemindaian ini dilakukan di kantor konsulat AS di China. “Sebagai hasil proses pemindaian sejauh ini, deplu telah mengirim sejumlah orang untuk evaluasi lebih lanjut dan penilaian komprehensif atas gejala mereka dan berbagai temuan di AS,” ujar juru bicara Deplu AS Heather Nauert, dikutip kantor berita Reuters.

“Para profesional medis akan terus melakukan evaluasi penuh untuk menentukan penyebab dari berbagai gejala yang dilaporkan dan apakah temuan itu konsisten dengan catatan sebelumnya yang mempengaruhi personil pemerintah atau kemungkinan tidak terkait sepenuhnya,” kata dia.

New York Times melaporkan, Deplu telah mengevakuasi sedikitnya dua warga AS yang sakit setelah mendengar bunyi aneh di di China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Hua Chunying menyatakan sejauh ini dia mengetahui kabar itu dan pemerintah tidak memiliki komunikasi formal apapun dengan para pejabat AS tentang kasus baru apapun dan pihaknya telah menyelidiki insiden awal.

“Saat ini, di sana tidak ada penemuan petunjuk atau alasan penyebab situasi yang disebutkan AS,” kata Hua di Beijing.

Dia menambahkan, China melindungi para diplomat berdasarkan konvensi internasional. “Jika di sana benar-benar ada masalah maka pihak AS dapat secara langsung menghubungi pihak China dan berkomunikasi, dan China akan terus menyelidiki dan berkoordinasi dengan sikap bertanggung jawab,” papar Hua.

Empat staf AS di konsulat AS di Guangzhou meminta Reuters menghubungi Kedutaan Besar AS di Beijing saat ditanya tentang situasi yang terjadi.

Pejabat pemerintah AS di sana telah menjelaskan, hanya ada satu kasus yang dikonfirmasi di China yang diumumkan bulan lalu. Deplu AS juga menawarkan pemindaian pada siapa saja di Kedubes AS atau konsulat AS di China yang menginginkannya. Selain Kedubes AS di Beijing dan konsulat AS di Guangzhou, Washington mengoperasikan konsulat di kota-kota besar China yakni Chengdu, Shanghai, Shenyang dan Wuhan. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
4 menit yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
1 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
2 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
5 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
8 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved