Sniper IDF Bunuh Perawat Palestina, Militer Israel Buka Penyelidikan

Minggu, 03 Juni 2018 - 00:42 WIB
Sniper IDF Bunuh Perawat...
Sniper IDF Bunuh Perawat Palestina, Militer Israel Buka Penyelidikan
A A A
GAZA - Militer Israel membuka penyelidikan atas kematian Razan al-Najjar , 21, perawat Palestina yang ditembak mati sniper pasukan pertahanan negara Yahudi (IDF) tersebut. Pembunuhan itu memicu kecaman yang meluas, karena korban ditembak saat menolong demonstran Palestina yang terluka.

"Militer telah berulang kali memperingatkan warga sipil agar tidak mendekati pagar (perbatasan) dan mengambil bagian dalam insiden kekerasan dan serangan teroris," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

"(Militer) akan terus bertindak secara profesional dan bertekad untuk melindungi warga sipil Israel dan infrastruktur keamanan Israel," lanjut pernyataan militer rezim Zionis tersebut.

Para pejabat dan saksi layanan kesehatan Palestina di Gaza mengatakan bahwa sniper militer Israel menembak Najjar saat dia mencoba menyelamatkan demonstran yang terkena tabung gas air mata Israel pada hari Jumat.

Saat mendekati demonstran yang terluka, sukarelawan medis berparas cantik ini sudah mengenakan seragam warna putih dan mengangkat tangan sebagai isyarat bahwa dia pekerja kemanusiaan.

Sementara itu, ribuan pelayat mengiringi prosesi pemakaman Najjar di Gaza pada hari Sabtu. "Dengan jiwa dan darah kami, kami membalaskanmu, martir Razan," teriak para pelayat ketika jenazah perawat itu dibawa ke rumahnya untuk perpisahan terakhir sebelum dimakamkan, seperti dikutip Reuters, Minggu (3/6/2018).

Para warga Gaza mengenal Najjar sebagai sukarelawan medis yang populer di tempat-tempat protes. Publik di Jalur Gaza menjulukinya "guardian angel" atau malaikat pelindung.

Kematiannya menambah daftar korban jiwa di pihak Palestina menjadi 119 orang sejak protes massal bertajuk "Great March of Return" dimulai sejak Maret lalu.

Lembaga Bantuan Medis Palestina (PMRC) mengatakan Najjar ditembak ketika dia berusaha memberikan pertolongan pertama kepada seorang pengunjuk rasa yang terluka.

"Menembak personel medis adalah kejahatan perang di bawah konvensi Jenewa," kata PMRC dalam sebuah pernyataan. PMRC menuntut respons internasional atas pelanggaran hukum humaniter Israel di Gaza.

Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, menulis di Twitter bahwa pekerja medis bukan target."Israel perlu mengkalibrasikan penggunaan kekuatannya dan Hamas perlu mencegah insiden di pagar perbatasan," tulis dia.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Pembunuhan Israel Terhadap...
Pembunuhan Israel Terhadap Warga Palestina Deklarasi Perang
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
6 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
7 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
8 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
9 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
10 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
11 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved