Napi Muslim di AS Diberi Daging Babi untuk Buka Puasa Ramadhan

Jum'at, 25 Mei 2018 - 16:04 WIB
Napi Muslim di AS Diberi...
Napi Muslim di AS Diberi Daging Babi untuk Buka Puasa Ramadhan
A A A
WASHINGTON - Organisasi pembela hak-hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat (AS) mengajukan gugatan terhadap petugas penjara di Alaska. Gugatan diajukan atas tuduhan, membiarkan para narapidana (napi) Muslim kelaparan dan memberi mereka daging babi selama buka puasa Ramadhan.

Gugatan diajukan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) atas nama dua napi Muslim yang menderita di Kompleks Penjara Anchorage. Pihak yang digugat adalah petugas Department of Correction (DOC) Alaska.

Dalam gugatannya, CAIR menuduh para petugas penjara melanggar hak konstitusional napi Muslim. Menurut CAIR, para napi Muslim mendapat perlakuan diskriminatif, yakni tidak diberi makan yang jumlah kalorinya diperlukan selama Ramadhan.

Lena Masri, direktur litigasi nasional untuk CAIR, mengatakan dalam sebuah rilis bahwa Konstitusi melarang penjara memaksa napi untuk dibeda-bedakan antara iman dan jatah makanan mereka.

"Kami berharap bahwa pengadilan akan melakukan apa yang tidak akan dilakukan oleh pejabat Pemasyarakatan Anchorage; memastikan bahwa narapidana Muslim tidak kelaparan atau dipaksa untuk melanggar prinsip-prinsip iman mereka selama bulan suci Ramadhan," kata Masri.

Daging babi yang diklaim diberikan kepada napi Muslim itu terdapat dalam sandwich.

Menurut CAIR, hakim Pengadilan Distrik AS untuk Alaska telah mengabulkan gugatan mereka pada Kamis (24/5/2018). Hakim telah memerintahkan petugas penjara berhenti memberi para tahanan Muslim daging babi saat mereka berbuka puasa selama Ramadhan.

"CAIR telah melaporkan lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kefanatikan yang menargetkan Muslim Amerika dan anggota kelompok minoritas lainnya sejak terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden," kata organisasi yang berpusat di Washington itu dalam sebuah pernyataan, yang dilansir AFP, Jumat (25/5/2018).

Selama Ramadhan, para napi Muslim di penjara Anchorage berpuasa sekitar 18 jam sehari. Para penggugat mengeluh karena ransum yang mereka terima setara dengan 1.100 kalori per hari atau jauh lebih sedikit dari jumlah harian yang direkomendasikan sekitar 2.500 kalori untuk napi pria.

Menurut para penggugat, paket ransum itu berisi makanan yang terbuat dari daging babi, yang dilarang dalam Islam. Dengan demikian, nilai gizi makanan yang bisa dimakan tidak mencukupi.
Sementara itu, Jeremy Hough, administrator standar untuk DOC membantah bahwa sandwich untuk napi Muslim berisi daging babi.

"Itu bukan daging babi. Ini adalah bologna kalkun," kata Hough melalui telepon. "Sebenarnya, ACC (yang disetujui) adalah fasilitas non-babi."

(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
3 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
4 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
5 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
6 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
7 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
8 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved