Pertama Kali Bomber Wanita Indonesia Ledakkan Diri Dinilai sebagai Pesan

Senin, 14 Mei 2018 - 10:26 WIB
Pertama Kali Bomber...
Pertama Kali Bomber Wanita Indonesia Ledakkan Diri Dinilai sebagai Pesan
A A A
JAKARTA - Para pengamat menyoroti khusus serangan bom di tiga gereja di Surabaya karena melibatkan wanita sebagai pengebom (bomber) yang berhasil meledakkan diri. Menurut pengamat, aksi wanita sebenarnya mengirim pesan bahwa bahwa militan perempuan telah membuka front di Indonesia yang dia anggap sebagai "jihad".

Kepala Polisi Republik Indonesia (Polri) Jenderal Tito Karnavian menyebut pelaku serangan bom tiga gereja itu jaringan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Menurut polisi, para pelaku adalah satu keluarga. Serangan tiga bom ini menewaskan 13 orang, termasuk para pelaku.

Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) melalui saluran propagandanya, Amaq, mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Surabaya tersebut. Namun, klaim itu tidak disertai bukti.

Presiden Joko Widodo saat mengujungi lokasi ledakan bom mengutuknya sebagai serangan biadab.

Analis terorisme, Noor Huda Ismail, yang telah memantau obrolan jaringan ekstremis di media sosial, mengatakan militan wanita Indonesia telah mengekspresikan keinginan yang meningkat untuk lebih terlibat dalam kekerasan.

"Ini akan mengubah seluruh lanskap radikalisasi di Indonesia karena pertama kali ketika seorang wanita yang terlibat mengirimkan pesan...'Saya membuka jihad pada Anda'," katanya.

Baca: Mengenal JAD, Teroris Biang Bom Gereja di Surabaya

Serangan di Surabaya terjadi beberapa hari setelah kerusuhan di penjara Mako Brimob di Depok, Jawa Barat. Para nara pidana teroris membunuh lima petugas polisi setelah menyandera mereka dan mengendalikan tiga blok penjara selama 40 jam.

Menurut Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto, serangan di tiga gereja di Surabaya mungkin terkait dengan penyanderaan di penjara Mako Brimob.

"Target utama masih otoritas keamanan, tetapi kita dapat mengatakan bahwa ada alternatif (target) jika target utama digagalkan," katanya.

Todd Elliot, seorang analis keamanan dari Concord Consulting mengatakan, berita tentang kerusuhan di penjara Mako Brimob telah menggema melalui jaringan jihadis.

"Apa pun yang terjadi di Mako Brimob tentu telah menghidupkan kembali militan domestik. Jihad online di media telah beramai-ramai dalam beberapa hari terakhir dengan pesan perayaan dan seruan untuk melakukan lebih banyak serangan," kata Elliot.

Namun, tingkat koordinasi dalam serangan tiga bom di Surabaya yang hanya berselang beberapa menit menunjukkan bahwa serangan di Surabaya terencana dengan baik.

“Sejauh kemampuan jihadis Indonesia, ini jelas merupakan serangan yang terorganisir dengan baik dan terkoordinasi dengan baik," kata Elliot.

Analis terorisme lainnya, Sidney Jones, mendukung penilaian Elliot. "Ini adalah serangan paling mematikan yang dapat dilakukan oleh pendukung ISIS sejauh ini," katanya dalam pesan teks, yang dikutip Guardian, Senin (14/5/2018). "Sebagian besar upaya pemboman sebelumnya gagal."
(mas)
Berita Terkait
Ledakan Keras di Mako...
Ledakan Keras di Mako Brimob Polda Jatim, Tak Ada Korban Jiwa
Polda Jatim Amankan...
Polda Jatim Amankan Ribuan Detonator Bom Ikan, 2 Orang Ditetapkan Tersangka
Ledakan Keras di Asrama...
Ledakan Keras di Asrama Brimob Polda Jatim Dipicu Sisa Bahan Peledak
Momen Haru Anak Polisi...
Momen Haru Anak Polisi Korban Bom Surabaya Lolos Jadi Polwan
Ledakan di Mako Brimob...
Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim: Mobil Berisi Alat Penjinak Bom Rusak
Mako Brimob Polda Jatim...
Mako Brimob Polda Jatim Tak Miliki Gudang Standar Penyimpanan Bahan Peledak, Pengamat: Agak Mengherankan
Berita Terkini
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
14 menit yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
4 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
5 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
6 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
7 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Infografis
Tetangga Indonesia Tembakkan...
Tetangga Indonesia Tembakkan Rudal Tomahawk untuk Pertama Kalinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved