Kalah Pemilu, Najib Mundur sebagai Presiden UMNO dan Barisan Nasional

Sabtu, 12 Mei 2018 - 15:10 WIB
Kalah Pemilu, Najib...
Kalah Pemilu, Najib Mundur sebagai Presiden UMNO dan Barisan Nasional
A A A
KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Sabtu (12/5/2018) secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden UMNO dan ketua koalisi Barisan Nasional (BN). Dia mundur setelah BN kalah dalam pemilu Malaysia.

BN merupakan koalisi dari 13 partai dengan Partai UMNO (United Malays National Organisation) sebagai penggerak. BN dikalahkan koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohamad.

Mahathir yang telah resmi menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia sejak Kamis lalu pada saat ini sedang konferensi pers terkait pengumuman rancangan kabinet baru Malaysia.

"UMNO dan Barisan Nasional telah menderita kerugian besar," kata Najib.

"Saya sebagai Presiden UMNO dan ketua Barisan Nasional telah membuat keputusan untuk mundur," ujar Najib dalam konferensi pers setelah rapat Dewan Tertinggi UMNO di PWTC pada Sabtu sore, yang dilansir The Star.

Najib mengatakan Ahmad Zahid Haimidi akan mengambil alih tanggung jawab Presiden UMNO untuk saat ini, karena konstitusi partai tidak menyediakan pelaksana tugas presiden partai.

Tak hanya kalah pemilu, Najib dan istrinya Datin Seri Rosmah Mansor, saat ini telah dicegah Departemen Imigrasi Malaysia untuk bepergian ke luar negeri. Larangan meninggalkan Malaysia itu keluar setelah sebelumnya, PM Mahathir berjanji untuk mengusut kasus dugaan korupsi di lembaga keuangan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dana besar USD700 juta dari 1MDB pernah terdeteksi mengalir ke rekening pribadi Najib.

"Departemen Imigrasi baru saja mem-blacklist Najib dan Rosmah untuk meninggalkan negara ini," kata Dirjen Departemen Imigrasi Malaysia Mustafar Ali. Departemen Imigrasi juga mengumumkan larangan bepergian itu via halaman Facebook-nya.

"Departemen Imigrasi Malaysia ingin mengonfirmasi bahwa Datuk Seri Najib Tun Razak dan Datin Seri Rosmah Mansor baru saja di-blacklist dari bepergian ke luar negeri," bunyi pernyataan departemen tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
1 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
1 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
3 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
3 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
4 jam yang lalu
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved