Mendagri Inggris Amber Rudd Mundur Terkait Skandal Hapus Imigran

Senin, 30 April 2018 - 11:37 WIB
Mendagri Inggris Amber...
Mendagri Inggris Amber Rudd Mundur Terkait Skandal Hapus Imigran
A A A
LONDON - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Inggris Amber Rudd mengundurkan diri setelah bukti baru menunjukkan bahwa dia mengetahui tentang target penghapusan imigran. Pengunduran dirinya telah diterima Perdana Menteri (PM) Theresa May, Senin (30/4/2018).

Rudd telah berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri selama lebih dari seminggu sejak dia dituduh menyesatkan Parlemen mengenai apakah departemennya memiliki target untuk penghapusan imigran di Inggris.

Dalam sebuah surat untuk PM May, Rudd mengatakan bahwa dia mengaku keliru telah menyesatkan parlemen dengan mengklaim tidak memiliki pengetahuan tentang sistem target penghapusan imigran.

"Saya merasa perlu untuk melakukannya karena saya secara tidak sengaja menyesatkan Komite Pemilihan Urusan Dalam Negeri atas target-target penghapusan imigran gelap," kata Rudd dalam sepucuk surat untuk May, seperti dikutip Reuters.

"Seharusnya saya menyadari ini, dan saya bertanggung jawab penuh atas fakta."

Mundurnya Rudd terjadi pada hari yang sama ketika Guardian menerbitkan surat pribadi Rudd kepada Theresa May pada bulan Januari tahun lalu. Dalam surat itu, Rudd menguraikan target ambisius untuk mendeportasi 10 persen lebih imigran gelap selama beberapa tahun ke depan.

Rudd awalnya membantah mengetahui tentang pelaksanaan target deportasi. Pada Jumat malam lalu, dia melalui Twitter bahkan menegaskan tidak akan mengundurkan diri terkait skandal penghapusan imigran tersebut."Untuk memastikan kebijakan imigrasi adil dan manusiawi," tulis dia ketika menolak tekanan untuk mengundurkan diri.

Rudd dijadwalkan membuat pernyataan tentang skandal tersebut di Parlemen Inggris pada hari ini.

Pekan lalu, sebuah dokumen internal yang bocor mengungkapkan bahwa Kantor Kemendagri memang memiliki target untuk memindahkan imigran gelap. Dokumen yang membahas target tersebut telah diarsipkan di kantor Rudd, namun, dalam pernyataannya di Twitter, Rudd mengklaim bahwa dia tidak melihat pemberitahuan itu.

"Saya tidak melihat dokumen yang bocor, meskipun disalin ke kantor saya karena banyak dokumen," tulis Rudd di Twitter.
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
54 menit yang lalu
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
1 jam yang lalu
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
2 jam yang lalu
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
2 jam yang lalu
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
3 jam yang lalu
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved