Lebih dari 36 Ribu Petir Sambar India dalam 13 Jam, 9 Tewas

Sabtu, 28 April 2018 - 03:25 WIB
Lebih dari 36 Ribu Petir...
Lebih dari 36 Ribu Petir Sambar India dalam 13 Jam, 9 Tewas
A A A
NEW DELHI - Badai aneh menyebabkan 36.749 serangan petir dalam 13 jam menghantam India. Akibatnya sebanyak sembilan orang tewas akibat serangan itu.

Seorang gadis berusia sembilan tahun dan neneknya berada di antara sembilan orang yang tewas akibat sambaran petir yang terjadi di nebara bagian Andhra Pradesh. Selain itu, sambaran petir juga melukai puluhan orang termasuk 10 buruh tani yang bekerja di satu ladang seperti dikutip dari Independent, Sabtu (28/4/2018).

Pola cuaca ekstrim telah disebut sebagai penyebab kondisi abnormal tersebut.

Serangan petir fatal tidak jarang terjadi di India selama musim hujan, yang berlangsung dari bulan Juni hingga Oktober. Lebih dari 2.000 orang telah tewas secara nasional akibat serangan petir setiap tahun sejak 2005 menurut National Crime Records Bureau.

Tapi badai parah yang terjadi minggu ini telah membuat para pejabat dan warga terkejut.

"Angin dingin Laut Arab bertabrakan dengan hembusan hangat dari India utara menghasilkan lebih banyak awan daripada biasanya," jelas Kishan Sanku, yang menjalankan pusat operasi darurat negara. Kondisi inilah yang meningkatkan kemungkinan terjadinya petir.

Apa yang membuat kondisi itu sangat unik, tambahnya, adalah bahwa tutupan awan diperpanjang untuk lebih dari 124 mil.

"Biasanya di patch, sekitar 15-16km," katanya. "Dalam pengalaman kami, ini sangat langka."

Korban tewas yang tinggi di India akibat sambaran petir disandarkan pada fakta bahwa sejumlah besar orang bekerja di luar rumah dan kurangnya sistem peringatan cuaca yang dapat diandalkan.

Tapi Sanku mengatakan kantornya telah membuat orang lebih sadar akan bahaya, memperingatkan pejabat distrik tentang layanan pesan WhatsApp dan Telegram, serta membuat pengumuman di TV dan radio yang memberitahu orang-orang untuk tetap di dalam rumah.

Ada juga sistem peringatan berbasis langganan untuk pengguna ponsel.

"Tapi kami tidak dapat mengingatkan orang-orang yang bekerja di ladang karena mereka tidak membawa ponsel mereka," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
1 jam yang lalu
AS dan Iran Saling Serang,...
AS dan Iran Saling Serang, Jutaan Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei di Irak
2 jam yang lalu
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
2 jam yang lalu
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
3 jam yang lalu
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
3 jam yang lalu
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved