Bentrok di Perbatasan Gaza-Israel, Delapan Tewas dan 1.000 Luka
Jum'at, 30 Maret 2018 - 22:43 WIB
Bentrok di Perbatasan Gaza-Israel, Delapan Tewas dan 1.000 Luka
A
A
A
GAZA - Bentrokan meletus ketika ribuan warga Gaza berbaris di dekat perbatasan Israel dalam unjuk rasa besar pada hari Jumat (30/3/2018). Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan sedikitnya delapan orang tewas dan 1.000 lainya terluka.
Pihak Kementerian mengatakan tujuh warga Palestina tewas oleh tembakan tentara Israel di sepanjang perbatasan dengan negera Zionis itu. Sedangkan seorang petani tewas oleh tembakan tank sebelum fajar dalam insiden terpisah.
Beberapa warga Gaza memperkirakan jumlah total demonstran berada di angka puluhan ribu, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pihak kementerian juga mengatakan mereka yang terluka termasuk para pengunjuk rasa yang terkena peluru tajam dan pelet baja berlapis karet, sementara yang lain terkena gas air mata seperti dikutip dari laman TRT World.
Aksi protes yang dilakukan warga Palestina menandai Hari Tanah. Ini adalah peringatan tahunan kematian enam warga Arab Israel yang dibunuh oleh pasukan keamanan Zionis selama demonstrasi atas penyitaan tanah pemerintah di Israel utara pada tahun 1976.
Para demonstran menuntut agar para pengungsi Palestina diperbolehkan mendapatkan haknya kembali ke kota-kota dan desa-desa yang keluarga mereka melarikan diri dari, atau diusir, ketika negara Israel diciptakan pada tahun 1948.
Mereka berkumpul di beberapa lokasi di seluruh wilayah yang diblokade, yang diapit oleh Israel di sepanjang perbatasan timur dan utara.
Sejumlah kecil demonstran mencoba mendekati pagar perbatasan yang dijaga ketat dalam radius beberapa meter. Pasukan Israel dengan menggunakan gas air mata dan senjata api memaksa mereka untuk kembali.
Aksi protes kecil juga terjadi di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Namun fokus utama aksi protes adalah di Gaza, di mana tentara dan pemukim Israel mundur pada tahun 2005 setelah 38 tahun.
Jalur Gaza sekarang diperintah oleh kelompok Islam Hamas dan diblokade oleh Israel.
Pihak Kementerian mengatakan tujuh warga Palestina tewas oleh tembakan tentara Israel di sepanjang perbatasan dengan negera Zionis itu. Sedangkan seorang petani tewas oleh tembakan tank sebelum fajar dalam insiden terpisah.
Beberapa warga Gaza memperkirakan jumlah total demonstran berada di angka puluhan ribu, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pihak kementerian juga mengatakan mereka yang terluka termasuk para pengunjuk rasa yang terkena peluru tajam dan pelet baja berlapis karet, sementara yang lain terkena gas air mata seperti dikutip dari laman TRT World.
Aksi protes yang dilakukan warga Palestina menandai Hari Tanah. Ini adalah peringatan tahunan kematian enam warga Arab Israel yang dibunuh oleh pasukan keamanan Zionis selama demonstrasi atas penyitaan tanah pemerintah di Israel utara pada tahun 1976.
Para demonstran menuntut agar para pengungsi Palestina diperbolehkan mendapatkan haknya kembali ke kota-kota dan desa-desa yang keluarga mereka melarikan diri dari, atau diusir, ketika negara Israel diciptakan pada tahun 1948.
Mereka berkumpul di beberapa lokasi di seluruh wilayah yang diblokade, yang diapit oleh Israel di sepanjang perbatasan timur dan utara.
Sejumlah kecil demonstran mencoba mendekati pagar perbatasan yang dijaga ketat dalam radius beberapa meter. Pasukan Israel dengan menggunakan gas air mata dan senjata api memaksa mereka untuk kembali.
Aksi protes kecil juga terjadi di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Namun fokus utama aksi protes adalah di Gaza, di mana tentara dan pemukim Israel mundur pada tahun 2005 setelah 38 tahun.
Jalur Gaza sekarang diperintah oleh kelompok Islam Hamas dan diblokade oleh Israel.
(ian)