Rudal Ikonik Rusia dalam Perang Dingin Dijual

Senin, 19 Maret 2018 - 11:43 WIB
Rudal Ikonik Rusia dalam...
Rudal Ikonik Rusia dalam Perang Dingin Dijual
A A A
MOSKOW - Sebuah rudal perang Rusia yang dapat menghancurkan pesawat terbang dari jarak 30 mil lebih atau sekitar 48km dijual di pelelangan Sussex. Senjata yang digunakan tentara Soviet dalam Perang Dingin dan Perang Afghanistan ini dijual 25.000 poundsterling atau sekitar Rp479 juta.

Rudal ikonik Rusia ini dibangun 50 tahun silam dan dirancang untuk bisa menempuh perjalanan lebih dari 3.000 mph.

Senjata ini bernama “The 2K11 Krug”. Panjangnya 30 kaki dengan berat satu ton. Oleh NATO, rudal tersebut dinamai juga SA-4 Ganef.

Lelang senjata tersebut akan berlangsung minggu depan di Summers Place Auctions di Billingshurst, West Sussex.

Laporan penjualan peluru kendali ini muncul setelah hubungan Inggris dan Rusia sedang memanas terkait tuduhan London bahwa Moskow mendalangi serangan racun terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris selatan.

Senjata ikonik itu sejatinya bagian dari koleksi seorang seorang nsinyur pembangun roket di era Soviet. Insinyur yang tidak disebutkan namanya itu meninggal dan misilnya diperkirakan jatuh ke seorang kolektor atau perusahaan swasta yang menganggapnya sebagai karya seni dalam industri senjata.

Pembuatan SA-4 Ganef dimulai pada tahun 1958. Versi pertama senjata itu pernah dipamerkan dalam parade militer di Moskow pada Mei 1965.

Banyak varian dari rudal ikonik itu telah dijual ke Armenia antara tahun 1993-1996. Senjata yang bisa membawa 21 hulu ledak ini pernah ditembakkan dengan sudut kemiringan hingga 45 derajat.

Rupert van der Werff, direktur di Summers Place Auctions, mengonfirmasi lelang senjata buatan Rusia tersebut.

“Rudal Rusia tampaknya tiba-tiba menjadi objek yang sangat aktif dan tidak diragukan lagi salah satu ikon Perang Dingin,” katanya.

”Itu berasal dari koleksi salah satu insinyur yang membangun roket di era Soviet dan yang menciptakan koleksi sendiri setelah dinding runtuh,” katanya mengacu pada runtuhnya Soviet tahun 1990-an.

”Sekarang sudah meninggal, pemiliknya menjual yang satu ini dan kami melihatnya sebagai contoh seni industri yang sangat baik,” ujarnya, seperti dikutip Express.co.uk, Senin (19/3/2018).
(mas)
Berita Terkait
Jerman Berikan Bantuan...
Jerman Berikan Bantuan Perang untuk Ukraina Sebesar 6,5 Trilyun Rupiah
7.500 Pasukan Gabungan...
7.500 Pasukan Gabungan NATO Gelar Latihan Perang di Pangkalan Militer Jerman
Waspadai Perang Rusia...
Waspadai Perang Rusia Ukraina, NATO Gelar Latihan di Laut Baltik
NATO Meradang Rusia...
NATO Meradang Rusia Tangguhkan Misi Diplomatik
Terungkap, NATO Sudah...
Terungkap, NATO Sudah Lama Merencanakan Perluasan Wilayah Dekat Rusia
NATO Peringatkan Rusia:...
NATO Peringatkan Rusia: Patuhi Kewajiban Internasional atau Hadapi Konsekuensinya
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
41 menit yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
4 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
5 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved