Trump Pertimbangkan Hukuman Mati untuk Pengedar Narkoba

Minggu, 11 Maret 2018 - 16:48 WIB
Trump Pertimbangkan...
Trump Pertimbangkan Hukuman Mati untuk Pengedar Narkoba
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, negaranya harus mempertimbangkan untuk memberikan hukuma mati kepada para pengedar narkoba. Hal itu diungkapkannya setelah mengklaim bahwa ada beberapa pengedar membunuh ribua orang dan bahkan ada yang tidak dipenjara.

Saat berkampanye untuk calon kongres dari Partai Republik di Pennsylvania, Trump mengklaim bahwa negara-negara seperti Singapura dan China memiliki tingkat kejahatan narkoba yang lebih rendah karena hukuman yang mereka jatuhkan.

"Anda membunuh satu orang, Anda mendapatkan hukuman mati di banyak negara, atau Anda dipenjara seumur hidup," ujar Trump.

Trump mengklaim satu-satunya cara untuk memecahkan masalah narkoba adalah melalui kekerasan.

"Orang-orang ini membunuh anak-anak kita dan mereka membunuh keluarga kita, dan kita harus melakukan sesuatu. Saya pikir ini adalah diskusi yang harus kita mulai pikirkan," sambungnya.

"Penyalur obat bius akan membunuh 2.000, 3.000, 5.000 orang dalam perjalanan hidupnya. Anda dapat membunuh ribuan orang dan dipenjara selama 30 hari," kata Trump.

"Dan kemudian Anda bertanya-tanya mengapa kita memiliki masalah - itulah mengapa kita memiliki masalah, orang-orang, dan saya tidak berpikir kita harus bermain game. Saya tidak tahu apakah negara ini sudah siap untuk itu," cetusnya seperti dikutip dari Independent, Minggu (11/3/2018).

Trump juga mengucapkan selamat kepada dirinya sendiri karena memutuskan untuk bertemu dengan diktator Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Ia yakin jika Korut ingin mencari perdamaian, menyusul meningkatnya uji coba rudal nuklir dan balistik, serta menyalahkan pemerintahan sebelumnya karena gagal menghentikan program senjatanya.

Ia juga mengklaim kredit atas keberhasilan mengusir ISIS dari 98 persen wilayah Suriah dan Irak, serta naiknya angka pekerjaan dalam beberapa kategori.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
10 menit yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
1 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
2 jam yang lalu
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
2 jam yang lalu
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
3 jam yang lalu
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
4 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved