Pembelot Rusia Diracun, 'Jejak' Zat Saraf Ditemukan di Restoran

Minggu, 11 Maret 2018 - 11:02 WIB
Pembelot Rusia Diracun,...
Pembelot Rusia Diracun, 'Jejak' Zat Saraf Ditemukan di Restoran
A A A
LONDON - Pihak kepolisian Inggris tengah menyelidiki dugaan serangan zat saraf terhadap pembelot Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury. Hingga saat ini, pihak kepolisian Inggris telah mengidentifikasi lebih dari 240 saksi dan 200 bukti.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd, mengungkapkan bahwa penyidik telah menemukan jejak senjata kimia di restoran Zizzi di pusat kota. Skripal dan putrinya, Yulia, disebut sempat makan di restoran tersebut beberapa jam sebelum mereka ditemukan tak berdaya di sebuah bangku di pusat perbelanjaan pada Minggu sore pekan lalu.

Berbicara setelah mengikuti pertemuan komite darurat Pemerintah, Cobra, Rudd mengatakan ada lebih dari 250 petugas yang berasal dari 8 unit kontra-terorisme di negara tersebut terlibat dalam penyelidikan

"Saya ingin menekankan bahwa mereka melanjutkan dengan kecepatan dan profesionalisme. Kami menempatkan sumber daya yang sangat besar untuk memastikan bahwa mereka memiliki semua dukungan yang mereka perlukan untuk melakukan itu," kata Rudd seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (11/3/2018).

Rudd mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Investigasi ini difokuskan untuk memastikan bahwa kita menjaga orang tetap aman dan juga bahwa kita mengumpulkan semua bukti sehingga ketika menyangkut hubungan (serangan) kita akan benar-benar jelas di mana seharusnya," jelasya.

"Polisi mengatakan bahwa jika ada yang memiliki informasi tambahan, mereka meminta mereka untuk memberitahu," sambungnya.

"Ada juga sejumlah CCTV yang harus mereka periksa. Ini adalah penyelidikan dengan kehati-hatian dan terperinci dan polisi perlu diberi ruang dan waktu untuk melanjutkannya," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
Warga Inggris Rela Bergabung...
Warga Inggris Rela Bergabung dengan Ukraina untuk Perang Lawan Invasi Rusia
Rusia Blokir 25 Juta...
Rusia Blokir 25 Juta Ton Jagung, Dubes Inggris Harap Misi Perdamaian Jokowi Sukses
Miris, Pemerintah Inggris...
Miris, Pemerintah Inggris Bikin Chelsea Makin Teriris
Pasukan Inggris Akan...
Pasukan Inggris Akan Tinggalkan Ukraina
Rusia Sanksi 25 Warga...
Rusia Sanksi 25 Warga Inggris
Berita Terkini
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
55 menit yang lalu
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
1 jam yang lalu
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
2 jam yang lalu
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
4 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
6 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved