Korut Tolak Prasyarat Berdialog dengan AS

Minggu, 04 Maret 2018 - 03:34 WIB
Korut Tolak Prasyarat...
Korut Tolak Prasyarat Berdialog dengan AS
A A A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) mengatakan bersedia untuk berdialog dengan Amerika Serikat (AS) mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Meski begitu, Pyongyang tidak akan menerima prasyarat untuk memulai perundingan tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintahannya dapat mengadakan pembicaraan dengan Korut, namun hanya dalam kondisi yang benar. Itu berarti Korut pertama-tama harus melakukan denuklirisasi, kata pejabat Amerika Serikat.

Korut, bagaimanapun, mengatakan bahwa perundingan harus didasarkan pada pijakan yang sama antara dua negara.

"Dialog yang kami inginkan adalah yang dirancang untuk membahas dan menyelesaikan isu-isu yang menjadi perhatian bersama pada pijakan yang sama antara negara-negara," kata Kantor Berita Pusat Korut yang mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut.

"Tidak ada kasus sama sekali di mana kami duduk bersama AS mengenai prasyarat apapun, dan ini juga akan terjadi di masa depan," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut dikutip dari New York Times, Minggu (4/3/2018).

Pernyataan tersebut mencerminkan desakan Korut yang telah berlangsung lama bahwa pihaknya akan melibatkan Washington hanya jika diperlakukan sama setara dengan kekuatan nuklir. Korut mengklaim memiliki kekuatan nuklir setelah melakukan uji coba nuklir keenam dan meluncurkan rudal balistik antar benua tahun lalu.

Pejabat AS mengatakan bahwa Korut telah menggunakan negosiasi masa lalu untuk memenangkan konsesi ekonomi sambil terus meningkatkan program senjata nuklirnya. AS bersikeras bahwa kali ini tidak akan memulai dialog sampai Korut mengambil langkah pertama yang meyakinkan Washington akan kesediaannya untuk menegosiasikan senjata nuklirnya.

Bersumpah untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu, pemerintah Trump mengatakan bahwa bahkan jika perundingan dimulai, ia akan mempertahankan kampanye tekanan dan sanksi "maksimum" sampai Korut melakukan denuklirisasi. Trump juga mengancam akan menggunakan kekuatan militer jika diplomasi gagal mengakhiri krisis nuklir.

Korut mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengakhiri program senjata nuklirnya. Pyongyang beralasan mereka didorong untuk mengembangkan pencegah nuklir karena "permusuhan" Amerika. Mereka menuntut agar Washington pertama-tama menerimanya sebagai negara nuklir sebelum membahas cara-cara pencairan ketegangan di Semenanjung Korea.

Presiden Moon Jae-in dari Korea Selatan (Korsel) telah mendesak baik AS dan Korut untuk melunakkan sikap mereka sehingga perundingan bisa dimulai untuk meredakan krisis, yang tampaknya mendorong Semenanjung Korea ke ambang perang pada tahun lalu. Ia pun berencana untuk mengirim utusan khusus ke Korut segera untuk menemukan cara mempersempit kesenjangan antara AS dan Korut mengenai persyaratan di mana mereka dapat memulai sebuah dialog.

"Kami memiliki niat untuk menyelesaikan masalah dengan cara diplomatik dan damai melalui dialog dan negosiasi, namun kami tidak akan meminta dialog dan menghindari opsi militer yang diklaim oleh AS," kata juru bicara Korut.

"Kami memiliki kemampuan dan kemauan penuh untuk menghadapi pilihan yang disukai oleh AS," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
AS Tanggapi Santai Peluncuran...
AS Tanggapi Santai Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
AS Cs Kutuk Peluncuran...
AS Cs Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Wapres AS akan ke Korsel,...
Wapres AS akan ke Korsel, Korut Tembakan Rudal Balistik
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Lagi, Korea Utara Tembakkan...
Lagi, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik
Berita Terkini
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
40 menit yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
41 menit yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
1 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
3 jam yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved