Israel Sukses Tes Arrow 3, Senjata untuk Cegat Rudal Ghadr Iran

Kamis, 22 Februari 2018 - 03:46 WIB
Israel Sukses Tes Arrow...
Israel Sukses Tes Arrow 3, Senjata untuk Cegat Rudal Ghadr Iran
A A A
TEL AVIV - Militer Israel sukses menguji tembak pencegat anti-rudal Arrow 3, senjata yang akan digunakan untuk mencegat atau menembak jatuh rudal Ghadr Iran jika ditembakkan ke Tel Aviv.

Pejabat pemerintah Tel Aviv mengatakan, sistem anti-rudal yang dikembangkan bersama oleh pemerintah Israel dan Amerika Serikat (AS) tersebut telah diuji tembak pada 19 Februari 2018 lalu. Rudal yang ditembakkan dari sistem itu berhasil menghantam target di luar atmosfer bumi.

Uji coba Arrow 3 dilakukan delapan hari setelah Iran memamerkan versi anyar rudal Ghadr yang diklaim mampu melesat sejauh 2.000 kilometer. Jika klaim itu terverifikasi, maka rudal Ghadr Iran akan dengan mudah menghantam wilayah Israel.

Ghadr adalah bagian dari program rudal yang nekat dikembangkan Teheran meski Israel dan AS bertekad menghentikannya.

Iran sendiri berkali-kali mengatakan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai dan rudalnya hanya bersifat defensif.

Israel telah mengembangkan beberapa lapis pertahanan untuk melawan roket jarak jauh, menengah dan jarak pendek dari musuh selama beberapa dekade.

Arrow 2, sistem anti-rudal Israel memulai debutnya pada tahun 2000. Fungsinya adalah untuk mencegat rudal jarak jauh saat bergerak di dalam atmosfer bumi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah berfokus untuk meningkatkan kemampuan sistem Arrow 3. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan rudal jarak jauh musuh saat berada di luar atmosfer.

Setelah dua tes dibatalkan pada bulan Desember dan Januari, pejabat pertahanan rudal A.S. dan Israel mengatakan sistem pencegat rudal Arrow 3 yang diluncurkan pada hari Senin dari Israel tengah mencapai target simulasi.

Dalam sebuah wawancara eksklusif baru-baru ini dengan VOA’s Persian Service, Efraim Halevy, yang memimpin badan intelijen Mossad Israel dari tahun 1998 sampai 2002, mengatakan bahwa dia merasa puas dengan kemampuan pertahanan Israel.

”Sejauh menyangkut ofensif, jika perang habis-habisan diumumkan atau berkembang, kita bisa menyerang Iran sedemikian rupa sehingga Iran tidak akan berada dalam posisi untuk melanjutkan perang,” kata Halevy.

Yaakov Amidror, mantan penasihat keamanan nasional untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa Israel harus mempertimbangkan serangan pre-emptive terhadap Iran, bahkan dengan risiko memicu pembalasan dari sekutu Iran, Hizbullah Lebanon.

”Logikanya, Anda harus mengurus ular, bukan hanya racunnya, tapi seluruh komando, kontrol dan otaknya," kata Amidror. "Otak Hizbullah dan komando dan kontrolnya ada di Teheran, bukan di ibukota Lebanon, Beirut."

Dalam wawancara di kota Gedera, Israel tengah, Uzi Rubin, pendiri organisasi pertahanan rudal Israel, mengatakan bahwa dia khawatir Israel akan mengacaukan wilayah tersebut dengan melakukan intervensi langsung dalam kegiatan rudal Iran.

”Iran memiliki program rudalnya,” kata Rubin. "Saya berharap hal itu bisa dihentikan atau setidaknya dilunakkan. Tapi kita juga melihat sisi positif dari ancaman rudal Iran, karena ini sebenarnya menyebabkan reaksi balik yang sangat aneh yang membuat orang Arab Sunni dan Israel berkumpul di tempat tidur yang sama, dan menciptakan banyak kerja sama, seperti yang kita dengar di surat kabar, antara Israel dan negara-negara Arab.”
(mas)
Berita Terkait
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Israel Cegat Roket Hizbullah
Israel: Dunia Harus...
Israel: Dunia Harus Akhiri ‘Keberadaan’ Iran dan Hizbullah
Hizbullah Tidak Langsung...
Hizbullah Tidak Langsung Berperang Jika Israel Serang Iran
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Drone Hizbullah
Israel dan Hizbullah...
Israel dan Hizbullah Saling Serang di Perbatasan Israel-Lebanon
BALASAN KERAS! Hizbullah...
BALASAN KERAS! Hizbullah Luncurkan Rudal Daya Ledak Tinggi ke Israel!
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
4 menit yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
40 menit yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
1 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
2 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
3 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved