Rusia: AS Penyebab Memburuknya Situasi di Barat Suriah

Rabu, 14 Februari 2018 - 12:34 WIB
Rusia: AS Penyebab Memburuknya...
Rusia: AS Penyebab Memburuknya Situasi di Barat Suriah
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyatakan, memburuknya situasi di Afrin, Suriah, disebabkan oleh sikap Amerika Serikat (AS) yang tidak mendengar keluhan Turki. Afrin adalah wilayah dimana Turki menggelar operasi militer untuk memberangus milisi Kurdi dan ISIS.

Sebelum Turki melancarkan serangan di Afrin, mereka telah meminta AS untuk tidak lagi memberikan dukungan kepada milisi Kurdi Suriah dan mengontrol kelompok yang menjadi sekutu mereka di Suriah tersebut. Menurut Ankara, milisi Kurdi menggunakan bantuann yang diberikan AS untuk mengancam Turki.

"Kami semua tahu bagaimana perasaan Turki tentang kelompok Kurdi di sepanjang perbatasan. Sikap (AS) mengabaikan sepenuhnya posisi ini sangat terlihat. Kami melihat hasil dari kurangnya pandangan ke depan di Afrin," ucap Lavrov, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (14/2).

Sebelumnya, Presiden Turki, Tayyip Erdogan mendesak AS untuk berhenti bermain peran dengan berpura-pura melawan ISIS. Menurut Erdogan, perang melawan ISIS hanyalah alasan AS untuk bisa memberikan bantuan kepada milisi Kurdi Suriah, YPG, dan PYD.

Erdogan, yang berbicara di depan anggota Partai AK menuturkan, rencana AS meningkatkan bantuan terhadap milisi Kurdi Suriah menggambarkan bahwa apa yang dilakukan oleh AS akan menimbulkan ancaman serius terhadap Turki.

"Kami memiliki perbatasan sepanjang 911 kilometer dengan Suriah, apakah hubungan mereka (AS) dengan perbatasan Suriah? Mereka telah menghabiskan 550 juta dolar untuk membantu YPG, tapi sekarang mereka ingin meningkatkan angka ini menjadi tiga miliar," ucap Erdogan.

"Anda berkata bahwa Anda berperang melawan ISIS, berapa banyak anggota ISIS yang Anda hancurkan? Mereka yang berperang melawan ISIS sekarang berperang melawan Turki. Tidak ada yang punya hak untuk menggunakan ISIS sebagai alasan. Inilah saatnya untuk menyelesaikan teater ini dengan ISIS, ini waktunya untuk membuka topeng Anda," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
16 menit yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
41 menit yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
1 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
1 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
2 jam yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved