Iran Klaim Penjarakan Mata-mata Nuklir AS dan Eropa
Senin, 05 Februari 2018 - 03:34 WIB
Iran Klaim Penjarakan Mata-mata Nuklir AS dan Eropa
A
A
A
TEHERAN - Iran telah menghukum seorang yang tidak disebutkan namanya enam tahun penjara karena menjual informasi tentang program nuklirnya ke Amerika Serikat (AS) dan sebuah negara Eropa. Kabar tersebut dilaporkan oleh sebuah situs berita peradilan Iran pada hari Minggu.
Jaksa Teheran Abbas Jafari Dolatabadi mengatakan kepada kantor berita pengadilan Mizan bahwa terpidana tersebut telah bertemu sembilan kali dengan agen AS dan Eropa untuk menyerahkan informasi tentang sanksi dan masalah nuklir. Terpidana itu juga telah menerima sejumlah uang yang tidak ditentukan sebagai gantinya.
"Orang ini telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan pengembalian dan perampasan dana," kata Dolatabadi seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/2/2018).
Pada bulan Desember, Dolatabadi mengatakan bahwa Mahkamah Agung Iran telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Ahmadreza Djalali, seorang akademisi Iran yang berbasis di Swedia. Djalali terbukti memberikan informasi kepada Israel untuk membantu pembunuhan beberapa ilmuwan nuklir senior.
Setidaknya empat ilmuwan terbunuh antara 2010 dan 2012 dalam apa yang dikatakan Teheran adalah pembunuhan yang dimaksudkan menyabotase upaya Iran untuk mengembangkan energi nuklir.
Kekuatan Barat dan Israel mengatakan Iran bertujuan untuk membangun sebuah bom nuklir. Namun tuduhan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Teheran.
Jaksa Teheran Abbas Jafari Dolatabadi mengatakan kepada kantor berita pengadilan Mizan bahwa terpidana tersebut telah bertemu sembilan kali dengan agen AS dan Eropa untuk menyerahkan informasi tentang sanksi dan masalah nuklir. Terpidana itu juga telah menerima sejumlah uang yang tidak ditentukan sebagai gantinya.
"Orang ini telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan pengembalian dan perampasan dana," kata Dolatabadi seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/2/2018).
Pada bulan Desember, Dolatabadi mengatakan bahwa Mahkamah Agung Iran telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Ahmadreza Djalali, seorang akademisi Iran yang berbasis di Swedia. Djalali terbukti memberikan informasi kepada Israel untuk membantu pembunuhan beberapa ilmuwan nuklir senior.
Setidaknya empat ilmuwan terbunuh antara 2010 dan 2012 dalam apa yang dikatakan Teheran adalah pembunuhan yang dimaksudkan menyabotase upaya Iran untuk mengembangkan energi nuklir.
Kekuatan Barat dan Israel mengatakan Iran bertujuan untuk membangun sebuah bom nuklir. Namun tuduhan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Teheran.
(ian)