Putin Akan Jadi Petani Jika Kalah Pemilu

Sabtu, 03 Februari 2018 - 00:26 WIB
Putin Akan Jadi Petani...
Putin Akan Jadi Petani Jika Kalah Pemilu
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengunjungi sebuah pabrik peralatan pertanian. Dalam kesempatan itu, Putin sempat melemparkan candaan jika ia kalah dalam pemilu mendatang dirinya mungkin akan memilih karir baru dalam bidang pertanian.

"Jika semuanya tidak berjalan baik dalam pemilu yang akan datang, Saya akan akan mulai bekerja sebagai pengemudi mesin pemanen," kata Putin seperti dikutip Washington Post dari cuplikan video yang diterbitkan oleh jaringan berita yang didanai negara RT, Sabtu (3/2/2018).

Putin mengatakan hal itu sambil duduk di simulator pemanen gabungan di pabrik Rostselmash di Rostov-on-Don

"Tidak masalah, tidak masalah sama sekali," Konstantin Babkin, chief executive Rostselmash, menanggapi.

Putin mungkin tidak punya alasan untuk khawatir. Tahun lalu, dia menjadi pemimpin Kremlin terpanjang sejak Joseph Stalin, dan meskipun ia menunda pengumumannya tentang apakah dia akan mencalonkan diri dalam pemilihan yang akan datang sampai Desember, jajak pendapat menunjukkan bahwa dia hanya memiliki sedikit tentangan nyata.

Data terbaru dari VTsIOM, misalnya, menunjukkan bahwa 69,9 persen orang Rusia mengatakan bahwa mereka akan memilih presiden incumbent dalam pemilihan bulan Maret mendatang. Menurut polling VTsIOM, pesaing terdekat Putin adalah Pavel Grudinin, kandidat Partai Komunis Rusia, yang memiliki sekitar 6 persen suara.

Kritikus Rusia yang paling menonjol, Alexei Navalny, dilarang mengikuti pemilu, dan ada perpecahan di kalangan pemilih oposisi mengenai taktik. Sementara beberapa orang ingin memboikot pemungutan suara untuk melemahkan legitimasinya, kaum liberal lainnya berencana untuk memilih kritikus pemerintah seperti Grudinin atau jurnalis Ksenia Sobchak.

Dalam contoh yang jarang terjadi hari Jumat, Komisi Pemilu Pusat Rusia mengkritik juru bicara Kremlin Dmitry Peskov karena telah berbicara atas dukungan Putin menjelang pemilihan.

"Tingkat popularitas Putin jauh melampaui batas-batas Rusia. Hampir tidak ada yang bisa mempertanyakan Putin menjadi pemimpin mutlak opini publik, pemimpin mutlak puncak politik yang hampir tidak dapat bersaing dengan serius pada tahap sekarang," kata Peskov mengenai Putin pada hari Senin, menurut kantor berita negara Tass.

Peskov kemudian meminta maaf atas pernyataannya dan mengatakan bahwa dia akan lebih berhati-hati di masa depan.
(ian)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
5 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
6 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
7 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
8 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
9 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved