Moskow Sebut 'Kremlin Report' Upaya Campur Tangan AS di Rusia

Selasa, 30 Januari 2018 - 21:10 WIB
Moskow Sebut Kremlin...
Moskow Sebut 'Kremlin Report' Upaya Campur Tangan AS di Rusia
A A A
MOSKOW - Kepala Majelis Tinggi Rusia, Valentina Matvienko menyatakan, "Kremlin Report" adalah sebuah usaha terang-terangan Amerika Serikat (AS) untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri Rusia. "Kremlin Report" adalah daftar tokoh yang mungkin akan dijatuhkan sanksi oleh AS.

Dalam daftar tersebut terdapat 114 tokoh politik Rusia, termasuk para pejabat top Kremlin. Beberapa pejabat tersebut adalah Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kepala Administrasi Presiden Anton Vaino, Wakil PM Pertama Igor Shuvalov, serta semua menteri termasuk Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.

Tak hanya itu, para pengusaha top Rusia seperti Alisher Usmanov, Sergey Ivanov dan Roman Abramovich, ikut-ikutan dijadikan target sanksi Departemen Keuangan AS.

"Masuknya para pemimpin negara kita, termasuk Perdana Menteri, dalam daftar seperti itu tidak dapat disebut selain merupakan campur tangan kotor dalam urusan dalam negeri sebuah negara berdaulat," kata Matvienko, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (30/1).

Dia lalu mengatakan, daftar tersebut adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Pada saat yang sama, dia mencatat bahwa perilisan laporan tersebut merupakan upaya AS untuk mencampuri pemilihan Presiden Rusia.

"Pelepasan daftar seperti itu pada malam pemilihan presiden tentu saja merupakan gangguan yang mencolok dalam proses pemilihan, upaya untuk mempengaruhi opini publik, menggoyahkan situasi di masyarakat, dan menurunkan tingkat dukungan yang tinggi untuk presiden. Daftar tersebut dapat menyebabkan hasil yang berlawanan, termasuk konsolidasi orang-orang Rusia di sekitar presiden," ucapnya.

Sementara itu, Peskov menyatakan pihaknya sampai saat ini masih mencoba menganalisa daftar tersebut sebelum akhirnya memutuskan langkah apa yang akan diambil Rusia sebagai respon atas laporan tersebut.

"Perlu untuk menganalisis publikasi ini, menganalisis fakta penerbitan daftar seperti itu yang menyebutkan anggota tertinggi pemerintah Rusia, yang merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan juga isu-isu lain seluas mungkin. Setelah analisis, mungkin, itu akan menjadi mungkin untuk menarik beberapa kesimpulan, saya lebih suka tidak maju dari diri kita sendiri dalam kasus ini," ucap Peskov.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
23 menit yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
1 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
2 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved