3 Orang Tewas, Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Jum'at, 26 Januari 2018 - 09:56 WIB
3 Orang Tewas, Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
A
A
A
ROMA - Sedikitnya tiga orang tewas dan 13 warga lainnya terluka setelah kereta komuter yang ditumpangi 250 orang tergelincir di Milan, Italia utara.
Kecelakaan yang terjadi kemarin itu berlangsung di rute dan jam operasi komuter yang sibuk. Menurut perusahaan kereta api milik pemerintah Italia, Ferrovie dello Stato (FS), beberapa gerbong kereta yang dioperasikan Trenord tergelincir sekitar pukul 07.00 pagi dan menutup Stasiun Pioltello Limito yang berjarak 20 km dari Milan.
“Akibat insiden tersebut, tiga orang tewas. Lima orang mengalami luka berat dan delapan lainnya terluka ringan. Mereka semua berada di rumah sakit,” ungkap lembaga yang mewakili Kementerian Dalam Negeri di Milan, dilansir Reuters .
Upaya penyelamatan berlangsung hingga pukul 11.00 siang. Sekitar 100 penumpang mengalami luka ringan dan dibawa ke pusat penampungan di dekat stadion olahraga. Kepala Kepolisian Milan mengungkapkan bahwa penyidikan akan segera dibuka. Polisi perkeretaapian sudah menginterogasi masinis kereta.
Kecelakaan itu terjadi di jaringan rel kereta Milan dan Kota Cremona. Insiden itu menyebabkan gangguan lalu lintas kereta dan banyak kereta yang dipindahkan jalurnya. Rete Ferroviaria Italiana (RFI), anak perusahaan FS, menyatakan beberapa bangunan dan rel kereta juga hancur akibat kecelakaan tersebut. Namun, mereka belum mengetahui dampak dan penyebab kecelakaan tersebut.
“Jalur kereta yang hancur terdeteksi mencapai 2,3 km sebelum lokasi kejadian,” ungkap Direktur Regional RFI Vincenzo Macello. Dia menambahkan bahwa proses pemeliharaan reguler tetap dilaksanakan.
Juru Bicara Trenord mengungkapkan kecepatan kereta saat kecelakaan melaju dengan normal saat mendekati stasiun. Trenord merupakan operator kereta api yang merupakan gabungan dari FNM dan Trenitalia, salah unit di bawah FS. “Sistem kereta kita termasuk paling aman di Eropa,” ungkap Sekretaris Serikat Pekerja Kereta Adriano Coscia kepada stasiun televisi SKY TG24 .
“Kita mengkhawatirkan tenang perawatan yang dilakukan petugas subkontraktor dan bukan pegawai perusahaan kereta api,” imbuh Coscia. Sementara itu, Wali Kota Milan menyerukan investasi lebih banyak untuk pembangunan infrastruktur kereta. “Itu dalam upaya untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta,” paparnya. (Muh Shamil)
Kecelakaan yang terjadi kemarin itu berlangsung di rute dan jam operasi komuter yang sibuk. Menurut perusahaan kereta api milik pemerintah Italia, Ferrovie dello Stato (FS), beberapa gerbong kereta yang dioperasikan Trenord tergelincir sekitar pukul 07.00 pagi dan menutup Stasiun Pioltello Limito yang berjarak 20 km dari Milan.
“Akibat insiden tersebut, tiga orang tewas. Lima orang mengalami luka berat dan delapan lainnya terluka ringan. Mereka semua berada di rumah sakit,” ungkap lembaga yang mewakili Kementerian Dalam Negeri di Milan, dilansir Reuters .
Upaya penyelamatan berlangsung hingga pukul 11.00 siang. Sekitar 100 penumpang mengalami luka ringan dan dibawa ke pusat penampungan di dekat stadion olahraga. Kepala Kepolisian Milan mengungkapkan bahwa penyidikan akan segera dibuka. Polisi perkeretaapian sudah menginterogasi masinis kereta.
Kecelakaan itu terjadi di jaringan rel kereta Milan dan Kota Cremona. Insiden itu menyebabkan gangguan lalu lintas kereta dan banyak kereta yang dipindahkan jalurnya. Rete Ferroviaria Italiana (RFI), anak perusahaan FS, menyatakan beberapa bangunan dan rel kereta juga hancur akibat kecelakaan tersebut. Namun, mereka belum mengetahui dampak dan penyebab kecelakaan tersebut.
“Jalur kereta yang hancur terdeteksi mencapai 2,3 km sebelum lokasi kejadian,” ungkap Direktur Regional RFI Vincenzo Macello. Dia menambahkan bahwa proses pemeliharaan reguler tetap dilaksanakan.
Juru Bicara Trenord mengungkapkan kecepatan kereta saat kecelakaan melaju dengan normal saat mendekati stasiun. Trenord merupakan operator kereta api yang merupakan gabungan dari FNM dan Trenitalia, salah unit di bawah FS. “Sistem kereta kita termasuk paling aman di Eropa,” ungkap Sekretaris Serikat Pekerja Kereta Adriano Coscia kepada stasiun televisi SKY TG24 .
“Kita mengkhawatirkan tenang perawatan yang dilakukan petugas subkontraktor dan bukan pegawai perusahaan kereta api,” imbuh Coscia. Sementara itu, Wali Kota Milan menyerukan investasi lebih banyak untuk pembangunan infrastruktur kereta. “Itu dalam upaya untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta,” paparnya. (Muh Shamil)
(nfl)