AS Gunakan Mentalitas Perang Dingin Hadapi Ancaman Militer China

Senin, 22 Januari 2018 - 05:40 WIB
AS Gunakan Mentalitas...
AS Gunakan Mentalitas Perang Dingin Hadapi Ancaman Militer China
A A A
BEIJING - China mengatakan Amerika Serikat (AS) menggunakan mentalitas Perang Dingin untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman militer Beijing. Demikian pernyataan juru bicara Kementerian Pertahanan China.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Ren Guoqiang mengatakan, sinopsis Strategi Pertahanan Nasional 2018 yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan AS pada hari Jumat penuh dengan dugaan nyata tentang permainan dan konfrontasi "zero-sum" (ingin menang sendiri).

"China telah dengan gigih mengambil jalan untuk pembangunan damai dan mengikuti kebijakan pertahanan defensif nasional," kata Guoqiang seperti dikutip dari Xinhua, Senin (22/1/2018).

Guoqiang menambahkan bahwa China tidak mencari perluasan militer atau wilayah pengaruhnya dan selalu menjadi pembangun perdamaian dunia, merupakan kontributor pembangunan global, dan seorang penjaga tatanan internasional.

"Dalam beberapa tahun terakhir, militer China telah secara aktif memikul tanggung jawab dan kewajiban internasional serta memberikan produk keamanan publik internasional. Upaya dan kontribusinya diakui secara luas dan disambut oleh masyarakat internasional," tuturnya.

Guoqiang juga mengatakan bahwa adalah hak kedaulatan China untuk melakukan kegiatan konstruksi damai dan menyebarkan fasilitas pertahanan yang diperlukan di pulau dan terumbu karang di Laut Cina Selatan.

"Namun, tampaknya negara-negara tertentu tidak ingin melihat kedamaian dan stabilitas di wilayah Laut Cina Selatan dan menegaskan untuk mengintensifkan penempatan militer mereka sendiri dan kehadirannya di sana," katanya.

"Mereka adalah manipulator di belakang panggung untuk militerisasi wilayah ini," cetusnya.

Guoqiang mendesak AS untuk melihat bangunan pertahanan dan militer nasional China dengan objektivitas dan bekerja sama dengan pihak China untuk menjadikan kenyataan bahwa konsensus penting dicapai oleh kepala negara kedua negara dalam upaya memperbaiki hubungan bilateral.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
1 jam yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
2 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
6 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
7 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
8 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved