Rusia Peringatkan AS Tidak Ikut Campur Urusan Iran

Kamis, 04 Januari 2018 - 22:44 WIB
Rusia Peringatkan AS...
Rusia Peringatkan AS Tidak Ikut Campur Urusan Iran
A A A
MOSKOW - Rusia mendesak Amerika Serikat (AS) agar tidak melakukan intervensi dalam urusan domestik Iran. Negeri Mullah itu saat ini tengah dilanda gelombang aksi demonstrasi anti pemerintah.

"Kami memperingatkan AS terhadap upaya untuk mencampuri urusan dalam negeri Republik Islam Iran," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (4/1/2018).

Ryabkov mengatakan bahwa dia yakin Iran akan mengatasi kesulitan saat ini meski ada banyak usaha untuk mengubah inti permasalahan dari apa yang terjadi di sana.

Ia pun menuding Washington "dengan sengaja" menggunakan situasi di Iran untuk mencoba merongrong stabilitas Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA), sebuah kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2015 antara Iran dan kekuatan dunia untuk mengekang aktivitas nuklir Teheran dengan imbalan pencabutan sejumlah sanksi ekonomi.

Ryabkov mengatakan bahwa Rusia adalah penjaga kesepakatan nuklir dan pemenuhannya oleh semua pihak, terutama AS.

Sebelumnya, pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump men-tweet bahwa Washington menyaksikan demonstrasi massa terus berlanjut di seluruh pusat-pusat populasi utama Iran.

"Rakyat Iran akhirnya bertindak melawan rezim brutal dan korup Iran," tweet Trump.

Tentang seruan AS untuk sesi darurat Dewan Keamanan PBB, Ryabkov mengatakan bahwa proses internal di Iran tidak terkait dengan fungsi undang-undang dari dewan tersebut.

"Sangat disayangkan rekan Amerika kita harus diingatkan lagi tentang dasar-dasar diplomasi," cetus Ryabkov.

Kamis lalu, warga Iran turun ke jalan di kota-kota di timur laut Masyhad dan Kashmar untuk memprotes kenaikan inflasi dan menganggap salah pengelolaan oleh pemerintah.

Demonstrasi ini diikuti pada hari Sabtu dan Rabu oleh demonstrasi pro-pemerintah yang besar. Korps Garda Revolusi elit Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa demonstrasi telah berakhir.

"Hari ini adalah hari penghasutan berakhir," Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari menyatakan dalam siaran pers di televisi pemerintah Iran.

Baca juga:
Iran Umumkan Kemenangan Atas Demonstrasi Anti Pemerintah


Sejak demonstrasi pertama kali meletus, setidaknya 23 orang telah terbunuh - termasuk seorang perwira polisi - sementara ratusan lainnya dilaporkan telah ditahan.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Joe Biden Klaim Amerika...
Joe Biden Klaim Amerika Serikat Sudah Tidak Memiliki Senjata Kimia
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Adu Kekuatan Militer...
Adu Kekuatan Militer Iran-Rusia vs Israel-Amerika Serikat, Siapa Lebih Unggul?
Berita Terkini
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
13 menit yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
39 menit yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
58 menit yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
3 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved