ABG Ini Warga Pertama Palestina yang Dibunuh Israel pada 2018

Kamis, 04 Januari 2018 - 09:54 WIB
ABG Ini Warga Pertama...
ABG Ini Warga Pertama Palestina yang Dibunuh Israel pada 2018
A A A
RAMALLAH - Pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina berusia 17 tahun di pinggiran utara Kota Ramallah, Tepi Barat. Anak baru gede (ABG) itu sekaligus jadi warga pertama Palestina yang dibunuh pasukan Israel pada tahun 2018.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban bernama Musab Firas al-Tamimi asal Desa Deir Nitham. Korban ditembak mati di desa tersebut pada hari Rabu.

”Dia meninggal tak lama setelah pasukan pendudukan menembakkan peluru ke lehernya,” kata Maria Aqraa, seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina kepada Al Jazeera.

”Dia dipindahkan ke rumah sakit di Ramallah dan dia meninggal beberapa menit kemudian,” ujar Aqraa, yang dilansir Kamis (4/1/2018).

Aqraa mengatakan, Musab ditembak saat terjadi konfrontasi dengan tentara Israel.

Menurut laporan Times of Israel, tentara Israel mengklaim bahwa Musab terlihat memegang pistol. Namun, klaim itu tidak bisa dikonfirmasi.

Militer Israel mengaku sedang menyelidiki penyebab pembunuhan terhadap Musab.

Korban yang masih remaja itu diketahui merupakan anggota keluarga Tamimi yang tinggal di Desa Nabi Saleh yang berdekatan dengan Desa Deir Nitham. Keluarga Tamimi terkenal setelah salah satu anggotanya, Ahed Tamimi, menampar tentara Israel yang berujung pada penangkapannya.

Ahed Tamimi, gadis aktivis Palestina yang sejak kecil sudah keluar masuk penjara Israel, telah dikenai 12 dakwaan sekaligus oleh pengadilan di negara Yahudi tersebut.

Ayah Musab, Firas, mengatakan bahwa tentara Israel telah memprovokasi penduduk kedua desa selama berbulan-bulan hingga sekarang.

Menurutnya, tentara Israel menggerebek Desa Deir Nitham sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat pada hari Rabu setelah anak laki-laki dari desa tersebut keluar untuk melawan pasukan pendudukan tersebut.

”Tentara pendudukan telah menyerang baik Deir Nitham dan Nabi Saleh siang dan malam. Mereka masuk, membuat amarah penduduk, menyerang rumah kami pada malam hari dan melemparkan bom-bom di jalan. Ini adalah kenyataan setiap hari,” kata Firas.

”Kami tidak bisa terus, terus dan terus menonton. Tidak ada yang mendengarkan kami, tidak ada yang merasakan sakit yang kami alami. Dunia hanya diam, menonton.”
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
29 menit yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
1 jam yang lalu
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
2 jam yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
3 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
4 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
5 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved