Anaknya Disebut Pengkhianat, Trump: Bannon Kehilangan Akal Sehatnya
Kamis, 04 Januari 2018 - 05:36 WIB
Anaknya Disebut Pengkhianat, Trump: Bannon Kehilangan Akal Sehatnya
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan mantan pemimpin strategi kampanyenya Steve Bannon telah kehilangan akal sehatnya sejak dipecat dari Gedung Putih. Ia menambahkan bahwa pernyataan pemimpin eksekutif Breitbart tidak mewakili basisnya dan ditujukan untuk dirinya sendiri.
Pernyataan Trump itu menjawab perkataan Bannon terhadap anaknya, Trump Junior, yang disebutnya sebagai pengkhianat dan tidak patriotik karena melakukan pertemuan dengan seorang pengacara asal Rusia.
Baca juga:
Bertemu dengan Orang Rusia, Trump Junior Disebut Pengkhianat
"Steve Bannon tidak ada hubungannya dengan saya atau kepresidenan saya. Ketika dipecat, dia tidak hanya kehilangan pekerjaan, dia kehilangan akal," kata Trump dalam sebuah pernyataan menanggapi klaim dari mantan penasihatnya dalam sebuah buku yang akan datang seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/1/2017).
Trump pun mengatakan bahwa Bannon tidak ada hubungannya dengan kemenangan dirinya dalam pemilu presiden lalu atas Hillary Clinton. Sebaliknya, Bannon harus dipersalahkan atas hilangnya kursi senat AS di Alabama pada bulan Desember ketika calon Republik Roy Moore, yang kampanyenya digagalkan oleh tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap gadis remaja, kalah dari Doug Jones dari Demokrat. Selama kampanye, Trump bergabung dengan Bannon untuk mendukung Moore.
"Sekarang dia sendirian, Steve belajar bahwa menang tidak semudah yang saya buat. Steve sangat sedikit berhubungan dengan kemenangan bersejarah kami, yang disampaikan oleh para pria dan wanita yang terlupakan di negara ini. Namun, Steve berkaitan dengan hilangnya kursi Senat di Alabama yang berlangsung lebih dari tiga puluh tahun oleh anggota Partai Republik," serang Trump.
Trump mengatakan bahwa Bannon mencoba untuk mempromosikan dirinya dengan membocorkan informasi palsu ke media untuk membuat dirinya tampak jauh lebih penting daripada dirinya.
"Steve jarang menghadiri pertemuan tatap muka dengan saya dan hanya berpura-pura memiliki pengaruh untuk membodohi beberapa orang tanpa akses dan tidak tahu, siapa dia membantu menulis buku palsu," kata Trump, yang terkenal menghargai kesetiaan rekan kerja dan karyawannya.
Dengan pemilihan paruh waktu di bulan November yang bisa merugikan Republik dari kontrol Kongres, Trump memuji anggota parlemen dan kandidat Republik, kata-kata yang mungkin disambut Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan Ketua DPR Paul Ryan.
"Seperti saya, mereka mencintai Amerika Serikat dan pada akhirnya membantu membawa negara kita kembali dan membangunnya, daripada hanya berusaha membakarnya habis-habisan," tukas Trump.
Pernyataan Trump itu menjawab perkataan Bannon terhadap anaknya, Trump Junior, yang disebutnya sebagai pengkhianat dan tidak patriotik karena melakukan pertemuan dengan seorang pengacara asal Rusia.
Baca juga:
Bertemu dengan Orang Rusia, Trump Junior Disebut Pengkhianat
"Steve Bannon tidak ada hubungannya dengan saya atau kepresidenan saya. Ketika dipecat, dia tidak hanya kehilangan pekerjaan, dia kehilangan akal," kata Trump dalam sebuah pernyataan menanggapi klaim dari mantan penasihatnya dalam sebuah buku yang akan datang seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/1/2017).
Trump pun mengatakan bahwa Bannon tidak ada hubungannya dengan kemenangan dirinya dalam pemilu presiden lalu atas Hillary Clinton. Sebaliknya, Bannon harus dipersalahkan atas hilangnya kursi senat AS di Alabama pada bulan Desember ketika calon Republik Roy Moore, yang kampanyenya digagalkan oleh tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap gadis remaja, kalah dari Doug Jones dari Demokrat. Selama kampanye, Trump bergabung dengan Bannon untuk mendukung Moore.
"Sekarang dia sendirian, Steve belajar bahwa menang tidak semudah yang saya buat. Steve sangat sedikit berhubungan dengan kemenangan bersejarah kami, yang disampaikan oleh para pria dan wanita yang terlupakan di negara ini. Namun, Steve berkaitan dengan hilangnya kursi Senat di Alabama yang berlangsung lebih dari tiga puluh tahun oleh anggota Partai Republik," serang Trump.
Trump mengatakan bahwa Bannon mencoba untuk mempromosikan dirinya dengan membocorkan informasi palsu ke media untuk membuat dirinya tampak jauh lebih penting daripada dirinya.
"Steve jarang menghadiri pertemuan tatap muka dengan saya dan hanya berpura-pura memiliki pengaruh untuk membodohi beberapa orang tanpa akses dan tidak tahu, siapa dia membantu menulis buku palsu," kata Trump, yang terkenal menghargai kesetiaan rekan kerja dan karyawannya.
Dengan pemilihan paruh waktu di bulan November yang bisa merugikan Republik dari kontrol Kongres, Trump memuji anggota parlemen dan kandidat Republik, kata-kata yang mungkin disambut Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan Ketua DPR Paul Ryan.
"Seperti saya, mereka mencintai Amerika Serikat dan pada akhirnya membantu membawa negara kita kembali dan membangunnya, daripada hanya berusaha membakarnya habis-habisan," tukas Trump.
(ian)