Korut Bantah Kembangkan Senjata Kimia, Sebut AS Berlebihan
Kamis, 21 Desember 2017 - 19:17 WIB
Korut Bantah Kembangkan Senjata Kimia, Sebut AS Berlebihan
A
A
A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) membantah kabar yang menyebut bahwa mereka telah mengembangkan senjata kimia. Kabar itu dipicu oleh sikap strategi keamanan nasional AS, bahwa pihaknya sedang mempersiapkan perang kimia melawan Korut.
AS, dalam strategi keamanan nasional mereka yang baru menyebutkan, Korut terus mengembangkan berbagai jenis rudal dan juga mengembangkan senjata kimia, serta biologis yang bisa ditempatkan dalam rudal-rudal mereka.
Menanggapi hal ini, Pyongyang menyebut Washington membuat "dalih palsu" untuk dapat melakukan serangan terhadap Korut. Korut menegaskan, mereka tidak pernah mengembangkan atau memiliki senjata kimia, terlebih mereka adalah anggota Konvensi Senjata Biologis (BWC).
"Korut sebagai negara peserta BWC, mempertahankan pendiriannya yang konsisten untuk menentang pembangunan, pembuatan, penimbunan, dan kepemilikan senjata biologis," kata Kementerian Luar Negeri Korut, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (21/12).
Selanjutnya, Korut menuduh AS membuat rumor sebagai pembenaran potensial untuk serangan mendadak, dengan menyebut bahwa Washington telah menggunakan dalih senjata biologis dan kimia untuk menyerang Irak pada tahun 2003 dan untuk menyerang pangkalan udara Shayrat di Suriah pada bulan April 2017.
Korut kemudian mendesak Washington untuk meninggalkan perilaku semacam itu, atau AS harus bersiap-siap akan serangan balasan, dan kehancuran jika melakukan serangan semacam di Irak dan Suriah.
"Semakin AS menentang langkah anti-Korut yang mencekik, dengan mencela kita sebagai sebuah negara yang mengembangkan senjata biologis, semakin keras tekad kami untuk membalas dendam dan pada masa-masa awal kehancuran AS, sebuah kerajaan kejahatan akan datang," tukasnya.
AS, dalam strategi keamanan nasional mereka yang baru menyebutkan, Korut terus mengembangkan berbagai jenis rudal dan juga mengembangkan senjata kimia, serta biologis yang bisa ditempatkan dalam rudal-rudal mereka.
Menanggapi hal ini, Pyongyang menyebut Washington membuat "dalih palsu" untuk dapat melakukan serangan terhadap Korut. Korut menegaskan, mereka tidak pernah mengembangkan atau memiliki senjata kimia, terlebih mereka adalah anggota Konvensi Senjata Biologis (BWC).
"Korut sebagai negara peserta BWC, mempertahankan pendiriannya yang konsisten untuk menentang pembangunan, pembuatan, penimbunan, dan kepemilikan senjata biologis," kata Kementerian Luar Negeri Korut, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (21/12).
Selanjutnya, Korut menuduh AS membuat rumor sebagai pembenaran potensial untuk serangan mendadak, dengan menyebut bahwa Washington telah menggunakan dalih senjata biologis dan kimia untuk menyerang Irak pada tahun 2003 dan untuk menyerang pangkalan udara Shayrat di Suriah pada bulan April 2017.
Korut kemudian mendesak Washington untuk meninggalkan perilaku semacam itu, atau AS harus bersiap-siap akan serangan balasan, dan kehancuran jika melakukan serangan semacam di Irak dan Suriah.
"Semakin AS menentang langkah anti-Korut yang mencekik, dengan mencela kita sebagai sebuah negara yang mengembangkan senjata biologis, semakin keras tekad kami untuk membalas dendam dan pada masa-masa awal kehancuran AS, sebuah kerajaan kejahatan akan datang," tukasnya.
(esn)