Rusia Sayangkan Keputusan AS Veto Resolusi Soal Yerusalem

Rabu, 20 Desember 2017 - 13:16 WIB
Rusia Sayangkan Keputusan...
Rusia Sayangkan Keputusan AS Veto Resolusi Soal Yerusalem
A A A
MOSKOW - Rusia menyatakan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memveto resolusi soal status Yerusalem di Dewan Keamanan (DK) adalah sesuatu yang sangat disayangkan. AS adalah satu-satunya negara yang menolak resolusi itu.

"Sangat disesalkan, bahwa AS sebagai anggota tetap DK PBB dan mengklaim dirinya sebagai mediator kunci dalam konflik Palestina-Israel, menunjukkan pendekatan yang bertentangan dengan kemauan masyarakat internasional," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Ini melemahkan dasar hukum internasional untuk penyelesaian Timur Tengah," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (20/12).

Sebelumnya, hal senada juga disampaikan oleh Mesir. Kairo menyesalkan keputusan AS untuk memveto resolusi mengenai penolakan pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Mesir sedih dengan hak veto dari keputusan penting yang mengindahkan hati nurani masyarakat internasional dan secara terbuka menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Abu Zeid.

Abu Zeid mencatat, kelompok negara-negara Arab di PBB akan berkumpul untuk menilai situasi dan mendiskusikan langkah-langkah yang harus diambil untuk melindungi status Yerusalem.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menuturkan, Indonesia saat ini sedang berusaha menggalang dukungan terhadap isu Yerusalem di sidang Majelis Umum PBB. Majelis Umum PBB akan menggelar pertemuan pada Kamis mendatang.

Retno menuturkan, dia tidak terkejut dengan langkah AS untuk memveto resolusi itu. Oleh karena itulah, lanjut Retno, Indonesia sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi hal ini.

"Kita akan menggalang dukungan di Sidang Umum PBB, saat ini kita sedang mencoba menggalang dukungan dari Gerakan Non-Blok. Kita terus berkoordinasi dengan teman di Gerakan Non Blok dan sudah menyarankan agar sebelum Sidang Umum PBB, ada pertemuan dengan negara-negara Gerakan Non Blok," ucap Retno.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
35 menit yang lalu
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
2 jam yang lalu
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
2 jam yang lalu
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
2 jam yang lalu
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
3 jam yang lalu
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved