Via Telepon, Trump-Putin Bahas Situasi Korut
Jum'at, 15 Desember 2017 - 08:56 WIB
Via Telepon, Trump-Putin Bahas Situasi Korut
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas situasi "sangat berbahaya" di Korea Utara (Korut). Begitu pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.
Gedung Putih mengeluarkan sebuah pernyataan singkat yang mengakui seruan tersebut dan mengatakan bahwa kedua pemimpin tersebut membahas kerja sama untuk menyelesaikan situasi yang sangat berbahaya di Korut.
"Presiden Trump berterima kasih kepada Presiden Putin karena telah mengakui kinerja ekonomi Amerika yang kuat dalam konferensi pers tahunannya," Gedung Putih menambahkan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari The Hill, Jumat (15/12/2017).
Korut mencapai tonggak sejarah dalam program rudal balistik bulan lalu ketika mengumumkan uji coba rudal terbarunya yang memiliki kemampuan mencapai daratan AS.
Menteri Pertahanan James Mattis mengkonfirmasi bahwa tes terakhir pada akhir November adalah uji coba paling maju yang pernah dilakukan Korut sejauh ini.
"Ini semakin tinggi, terus terang, dari pada tembakan sebelumnya yang mereka lakukan," kata Mattis saat itu. "Intinya adalah usaha terus menerus untuk membangun ancaman rudal balistik yang membahayakan perdamaian dunia, perdamaian regional dan tentunya Amerika Serikat."
Gedung Putih mengeluarkan sebuah pernyataan singkat yang mengakui seruan tersebut dan mengatakan bahwa kedua pemimpin tersebut membahas kerja sama untuk menyelesaikan situasi yang sangat berbahaya di Korut.
"Presiden Trump berterima kasih kepada Presiden Putin karena telah mengakui kinerja ekonomi Amerika yang kuat dalam konferensi pers tahunannya," Gedung Putih menambahkan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari The Hill, Jumat (15/12/2017).
Korut mencapai tonggak sejarah dalam program rudal balistik bulan lalu ketika mengumumkan uji coba rudal terbarunya yang memiliki kemampuan mencapai daratan AS.
Menteri Pertahanan James Mattis mengkonfirmasi bahwa tes terakhir pada akhir November adalah uji coba paling maju yang pernah dilakukan Korut sejauh ini.
"Ini semakin tinggi, terus terang, dari pada tembakan sebelumnya yang mereka lakukan," kata Mattis saat itu. "Intinya adalah usaha terus menerus untuk membangun ancaman rudal balistik yang membahayakan perdamaian dunia, perdamaian regional dan tentunya Amerika Serikat."
(ian)