Eks Menhan Kanada: Alien Telah Mengunjungi Bumi Selama Bertahun-tahun

Minggu, 26 November 2017 - 05:59 WIB
Eks Menhan Kanada: Alien...
Eks Menhan Kanada: Alien Telah Mengunjungi Bumi Selama Bertahun-tahun
A A A
OTTAWA - Alien telah mengunjungi Bumi selama ribuan tahun dan hampir menyebabkan kekacauan pada puncak Perang Dingin. Demikian pernyataan seorang mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Kanada, Paul Hellyer.

Hellyer mengatakan setidaknya empat spesies alien telah mengunjungi Bumi selama beberapa dekade. Ia pun mengklaim bahwa pihak berwenang terus-menerus berdiskusi dengan makhluk luar angkasa.

Menteri Pertahanan Nasional Kanada pada tahun 1960-an selama Perang Dingin ini mengklaim memiliki informasi dari dalam bahwa puncak pemerintahan terlibat dalam pembunuhan dengan alien.

Hellyer pertama kali berbicara tentang keyakinannya bahwa alien berada di Bumi pada tahun 1995, dan sejak saat itu telah menjadi sosok yang berwibawa di komunitas UFO.

"Dalam salah satu kasus selama Perang Dingin, 1961, ada sekitar 50 UFO dalam formasi terbang ke Selatan dari Rusia di seluruh Eropa," kata Hellyer.

"Panglima sekutu tertinggi sangat prihatin dan siap untuk menekan tombol panik saat mereka berbalik dan kembali ke Kutub Utara," imbuhnya.

"Mereka memutuskan untuk melakukan penyelidikan dan mereka menyelidiki selama tiga tahun dan mereka memutuskan bahwa dengan kepastian yang mutlak bahwa empat spesies yang berbeda, setidaknya, telah mengunjungi planet ini selama ribuan tahun," ujarnya mengakhiri seperti dikutip dari Daily Express, Minggu (26/11/2017).

Hellyer menduga spesies asing melakukan perjalanan ke Bumi dari sistem bintang yang berbeda.

"Banyak yang jinak dan baik hati, dan beberapa tidak. Mereka datang dari berbagai tempat, untuk waktu yang lama saya hanya tahu tentang orang-orang yang berasal dari sistem bintang yang berbeda, the Pleadies," ungkapnya.

"Ada makhluk luar angkasa yang berasal dari Andromeda, dan yang tinggal di salah satu bulan Saturnus," lanjutnya.

"Beberapa dekade yang lalu, pengunjung dari planet lain memperingatkan kita tentang arah yang kita hadapi dan menawarkan bantuan. Sebagai gantinya, beberapa dari kita menafsirkan kunjungan mereka sebagai ancaman, dan memutuskan untuk menembak lebih dulu dan mengajukan pertanyaan," tuturnya.

"Sungguh ironis bahwa AS harus memerangi perang yang sangat mahal, yang diduga membawa demokrasi ke negara-negara tersebut, ketika hal itu sendiri tidak dapat lagi disebut demokrasi saat triliunan, dan maksud saya ribuan miliaran dolar telah dihabiskan untuk barang hitam. Proyek yang baik Kongres dan Panglima Tertinggi telah dijaga dengan sengaja dalam kegelapan," tukasnya.
(ian)
Berita Terkini
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
33 menit yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
58 menit yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
1 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
3 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 jam yang lalu
Infografis
14 Aktivis Asing yang...
14 Aktivis Asing yang Dibunuh Israel selama 20 Tahun Terakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved