Bocah-bocah 'Selfie dengan Hitler' di Museum Jogja, Yahudi AS Muak

Sabtu, 11 November 2017 - 08:58 WIB
Bocah-bocah Selfie dengan...
Bocah-bocah 'Selfie dengan Hitler' di Museum Jogja, Yahudi AS Muak
A A A
JAKARTA - Organisasi Yahudi Amerika Serikat (AS) muak dengan pemandangan sebuah museum di Yogyakarta (Jogja). Dalam sebuah foto yang menyebar online, bocah-bocah terlihat selfie dengan patung lilin diktator Nazi Jerman, Adolf Hitler.

Foto bocah-bocah itu berlatar belakang spanduk bergambar kamp kematian Auschwitz yang dibuat dengan efek visual. Museum di Yogyakarta itu bernama De MATA De ARCA.

”Segala sesuatu tentang itu salah. Sulit untuk menemukan kata-kata karena betapa hina hal itu,” kata Rabbi Abraham Cooper, petinggi asosiasi dari US Simon Wiesenthal Center, yang mendukung kampanye perlawanan anti-Semitisme dan Holocaust, seperti dikutip AP, Sabtu (11/11/2017).

”Latar belakangnya menjijikkan. Ini mengolok-olok korban yang masuk dan tidak pernah keluar,” ujar Cooper merujuk pada setidaknya 1,1 juta tahanan yang meninggal di kompleks kamp pembantaian terbesar Nazi di Auschwitz antara tahun 1940-1945.

Menurut Warli, Marketing Manager Museum De MATA De ARCA, tokoh Hitler mendapat perhatian khusus para pengunjung. ”Tokoh Hitler adalah salah satu favorit bagi pengunjung kami,” katanya.

“Sebagian besar pengunjung kami bersenang-senang karena mereka tahu ini hanyalah sebuah museum hiburan,” ujarnya.

Warli menambahakan bahwa museum di Yogyakarta itu belum mendapat keluhan mengenai gambar yang dipamerkan sejak tahun 2014 tersebut. Namun, dia mengetahui sejarah kejahatan yang dilakukan Hitler.

Human Rights Watch (HRW) juga mengecam instalasi di museum itu dengan menyebutnya sebagai pemandangan memuakkan.

Cooper mengkritik bisnis yang mengeksploitasi tema Nazisme untuk meraup pendapatan. Tindakan seperti itu, kata dia, tidak dapat dimaafkan.

Setelah mendapat protes dari organisasi Yahudi AS dan kelompok HAM, pihak museum berjanji akan membahas seruan untuk menghapus figure Hitler dengan manajemen dan pemiliknya.

”Kami akan mengikuti saran terbaik dan respons dari masyarakat. Biarkan orang menilai apakah karakter itu baik atau buruk,” kata Warli.
(mas)
Berita Terkait
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Pendudukan Kembali Gaza...
Pendudukan Kembali Gaza Pascaperang Israel-Hamas Ditolak Amerika Serikat
Kenapa Presiden Amerika...
Kenapa Presiden Amerika Serikat Selalu Pro-Israel?
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
2 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
4 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
7 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved