Trump Berjanji Rilis Semua Dokumen Terkait Pembunuhan JFK

Minggu, 29 Oktober 2017 - 14:12 WIB
Trump Berjanji Rilis...
Trump Berjanji Rilis Semua Dokumen Terkait Pembunuhan JFK
A A A
WASHINGTON -
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan meliris semua dokumen terkait pembunuhan Presiden John Fitzgerald Kennedy (JFK) tahun 1963, terkecuali dokumen yang berisikan nama, atau alamat-alamat orang-orang yang masih hidup hingga saat ini.

"Setelah melakukan konsultasi ketat dengan Jenderl Kelly, CIA dan onstansi lainnya, saya akan merilis semua dokumen kematian JFK, selain nama dan alamat dari orang yang disebutkan yang masih hidup," kata Trump, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (29/10).

Sebelumnya Trump telah merilis 28 ribu dokumen yang berkait dengan kematian JFK. Perilisan dokumen ini merupakan amanat dari Kongres AS pada tahun 1992.

Kongres AS pada tahun 1992 telah memerintahkan agar semua catatan yang berkaitan dengan penyelidikan atas kematian JFK dibuka untuk umum. Batas waktu akhir yang ditetapkan Kongres adalah 26 Oktober 2017 atau kemarin. Artinya, pada tanggal itu semestinya seluruh dokumen dibuka.

Kennedy ditembak mati sniper lebih dari setengah abad yang lalu dan berkas dokumen yang disimpan mencakup materi penyelidikan dari tahun 1970-an hingga 1990-an. Pejabat intelijen dan penegak hukum berpendapat perilisan dokumen dapat membahayakan beberapa ”ekuitas penegak hukum”.

Para akademisi yang telah mempelajari kasus pembunuhan Kennedy pada 22 November 1963, yakni saat sebuah konvoi mobil di Dallas, mengatakan bahwa mereka memperkirakan berkas terakhir yang dirilis tidak akan memberikan rincian baru mengenai mengapa Lee Harvey Oswald menembak mati presiden dari Partai Demokrat itu.

Mereka juga khawatir bahwa jumlah dokumen yang lebih dari lima juta halaman tentang pembunuhan Kennedy yang disimpan di Arsip Nasional tidak akan banyak membantu memecahkan teori konspirasi lama bahwa pembunuhan presiden berusia 46 tahun tersebut diorganisir oleh Mafia, oleh Kuba, oleh Uni Soviet atau oleh agen nakal.

Ribuan buku, artikel, acara televisi dan film telah menggali gagasan bahwa pembunuhan Kennedy adalah hasil dari sebuah konspirasi yang rumit. Tidak ada yang menghasilkan bukti konklusif bahwa Oswald, yang ditembak dua kali setelah membunuh Kennedy, bekerja dengan orang lain.

Pembunuhan Kennedy sendiri adalah yang pertama dari serangkaian pembunuhan bermotif politik, termasuk kematian saudaranya Robert Fitzgerald Kennedy dan tokoh HAM Martin Luther King Jr, yang mengejutkan AS selama tahun 1960-an. Namun, JFK tetap menjadi salah satu presiden AS yang paling dikagumi.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
20 menit yang lalu
AS dan Iran Saling Balas...
AS dan Iran Saling Balas Serangan Rudal, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
54 menit yang lalu
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
2 jam yang lalu
AS Ungkap Pemimpin Tertinggi...
AS Ungkap Pemimpin Tertinggi Iran Masih Hidup, Makin Terlibat Melalui Perantara
2 jam yang lalu
Mantan Direktur CIA...
Mantan Direktur CIA Sebut Perang Drone Picu Bahaya dan Peluang, Ini 5 Alasannya
8 jam yang lalu
IRGC Izinkan 24 Kapal...
IRGC Izinkan 24 Kapal Melewati Selat Hormuz
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved