Korban Tewas Akibat Tanah Longsor di Malaysia Jadi 11
Minggu, 22 Oktober 2017 - 15:53 WIB
Korban Tewas Akibat Tanah Longsor di Malaysia Jadi 11
A
A
A
KUALA LUMPUR - Sebelas pekerja asing tewas akibat tanah longsor di sebuah lokasi konstruksi di barat laut Malaysia. Demikian pernyataan pihak berwenang setempat.
"Perkiraan sebelumnya menyebutkan korban tewas di kota George berjumlah 14, namun tiga pekerja berhasil melarikan diri," kata Ervin Galen Teruki, wakil kepala operasi Dinas Pertamanan dan Penyelamatan di negara bagian Penang seperti dikutip dari Reuters, Minggu (22/10/2017).
Ketujuh mayat ditemukan pada hari Minggu pagi.
Petugas pemadam kebakaran sebelumnya mengidentifikasi korban sebagai pekerja asing dari Indonesia, Bangladesh, Myanmar dan Pakistan. Pengawas lokasi konstruksi, warga Malaysia, masih hilang.
Tanah longsor terjadi pada hari Sabtu pagi di sebuah lokasi di mana dua menara kondominium 49 lantai sedang dibangun. Penyebabnya dari bencana alam tersebut belum ditentukan.
"Perintah penghentian pekerjaan telah dikeluarkan untuk pengembangan, menunggu penyelidikan," menurut walikota dewan kota Penang, Maimunah Mohammad Sharif.
Beberapa menara residensial dan komersial masih dalam pembangunan di daerah tersebut.
Media lokal melaporkan kemarahan di kalangan warga dan aktivis, beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka sebelumnya telah memprotes meningkatnya pembangunan di area perbukitan di sekitar wilayah tersebut.
"Perkiraan sebelumnya menyebutkan korban tewas di kota George berjumlah 14, namun tiga pekerja berhasil melarikan diri," kata Ervin Galen Teruki, wakil kepala operasi Dinas Pertamanan dan Penyelamatan di negara bagian Penang seperti dikutip dari Reuters, Minggu (22/10/2017).
Ketujuh mayat ditemukan pada hari Minggu pagi.
Petugas pemadam kebakaran sebelumnya mengidentifikasi korban sebagai pekerja asing dari Indonesia, Bangladesh, Myanmar dan Pakistan. Pengawas lokasi konstruksi, warga Malaysia, masih hilang.
Tanah longsor terjadi pada hari Sabtu pagi di sebuah lokasi di mana dua menara kondominium 49 lantai sedang dibangun. Penyebabnya dari bencana alam tersebut belum ditentukan.
"Perintah penghentian pekerjaan telah dikeluarkan untuk pengembangan, menunggu penyelidikan," menurut walikota dewan kota Penang, Maimunah Mohammad Sharif.
Beberapa menara residensial dan komersial masih dalam pembangunan di daerah tersebut.
Media lokal melaporkan kemarahan di kalangan warga dan aktivis, beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka sebelumnya telah memprotes meningkatnya pembangunan di area perbukitan di sekitar wilayah tersebut.
(ian)