Korut Nyatakan Memiliki Senjata Nuklir Masalah Hidup dan Mati

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 00:24 WIB
Korut Nyatakan Memiliki...
Korut Nyatakan Memiliki Senjata Nuklir Masalah Hidup dan Mati
A A A
MOSKOW - Pyongyang tidak berencana untuk mengadakan pembicaraan apapun dengan Washington mengenai program nuklirnya. Hal itu ditegaskan seorang diplomat senior Korea Utara (Korut) yang menyatakan bahwa memiliki senjata nuklir adalah masalah hidup dan mati bagi negaranya.

Choe Son-hui, Direktur Jenderal Departemen Luar Negeri di Kementerian Luar Negeri Korut menyampaikan prinsip senjata nuklir negaranya itu dalam sebuah Konferensi Non-Proliferasi di Moskow, pada hari Jumat.

Menurutnya, Amerika Serikat (AS) mau tidak mau harus menerima Korut dengan status sebagai negara nuklir.

”Ini adalah masalah hidup dan mati bagi kita. Situasi saat ini memperdalam pemahaman kami bahwa kami membutuhkan senjata nuklir untuk mengusir serangan potensial,” katanya, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (21/10/2017). ”Kami akan merespons api dengan api,” lanjut Choe.

Baca juga: Senjata Nuklir Korut Hanya Dibidikkan ke AS, Bukan ke Negara Lain

Pyongyang menganggap ada upaya untuk “mencekik” negara komunis tersebut melalui sanksi Dewan Keamanan PBB sebagai upaya untuk mendeklarasikan perang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, yang berbicara pada konferensi yang sama pada hari Jumat, mendesak kekuatan dunia untuk bisa berada di belakang peta jalan damai yang dirancang Rusia dan China untuk menyelesaikan krisis program senjata Korea Utara.

”Kami yakin bahwa implementasinya akan mendorong berkurangnya aktivitas militer dan ketegangan di semenanjung Korea dan pembentukan di Asia Timur Laut dengan sistem keamanan yang sama dan tidak dapat dibagi,” katanya.

Resolusi yang diusulkan Rusia dan China akan memaksa Korut menangguhkan uji coba rudal dan senjata nuklirnya dengan imbalan penghentian latihan perang gabungan AS-Korea Selatan. Namun, sejauh ini Washington menolak usulan itu.

”Tugas utama pada tahap ini adalah mencegah konflik militer yang pasti akan mengarah pada bencana kemanusiaan, ekonomi dan ekologi berskala besar,” kata Lavrov. ”Semua pihak yang terlibat harus menahan diri.”
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
20 menit yang lalu
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
47 menit yang lalu
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
1 jam yang lalu
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
8 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
11 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved