Rusia Hentikan Kerjasama Perlucutan Senjata Nuklir dengan AS
Kamis, 28 September 2017 - 16:32 WIB
Rusia Hentikan Kerjasama Perlucutan Senjata Nuklir dengan AS
A
A
A
NEW YORK - Rusia secara tersirat menyatakan ingin menghentikan kerjasama pelucutan senjata nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Rusia menyatakan, mereka tidak dapat terus memusnahkan senjata nuklir, mereka hanya berdasarkan kesepakatan dengan AS saja.
"Rusia tidak dapat bergerak lebih jauh dalam pengurangan senjata nuklirnya hanya berdasarkan kesepakatan bilateral dengan AS. Kami tidak dapat terus mengabaikan potensi semua negara senjata nuklir lainnya lagi," kata perwakilan Rusia di PBB, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (28/9).
Pernyataan tersebut muncul seminggu setelah PBB dibuka untuk menandatangani perjanjian pertama yang mengikat secara hukum di dunia untuk pelarangan senjata nuklir, yang berusaha untuk melucuti ribuan senjata nuklir yang ada di seluruh dunia.
Rusia prihatin atas ketidakpastian seputar sikap Presiden AS Donald Trump terhadap perjanjian kontrol senjata AS-Rusia yang ada, yakni perjanjian pelepasan senjata nuklir START yang Baru, dan Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).
"Ambisi Washington untuk menciptakan sistem pertahanan rudal global, keputusannya untuk tidak meratifikasi Perjanjian Pelarangan Uji Komprehensif (CTBT) dan kemungkinan penempatan senjata masa depan di luar angkasa memberi kontribusi pada keputusan Rusia untuk melakukan kehati-hatian sepenuhnya sehubungan dengan prakarsa PBB Itu," tukas perwakilan Rusia.
"Rusia tidak dapat bergerak lebih jauh dalam pengurangan senjata nuklirnya hanya berdasarkan kesepakatan bilateral dengan AS. Kami tidak dapat terus mengabaikan potensi semua negara senjata nuklir lainnya lagi," kata perwakilan Rusia di PBB, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (28/9).
Pernyataan tersebut muncul seminggu setelah PBB dibuka untuk menandatangani perjanjian pertama yang mengikat secara hukum di dunia untuk pelarangan senjata nuklir, yang berusaha untuk melucuti ribuan senjata nuklir yang ada di seluruh dunia.
Rusia prihatin atas ketidakpastian seputar sikap Presiden AS Donald Trump terhadap perjanjian kontrol senjata AS-Rusia yang ada, yakni perjanjian pelepasan senjata nuklir START yang Baru, dan Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).
"Ambisi Washington untuk menciptakan sistem pertahanan rudal global, keputusannya untuk tidak meratifikasi Perjanjian Pelarangan Uji Komprehensif (CTBT) dan kemungkinan penempatan senjata masa depan di luar angkasa memberi kontribusi pada keputusan Rusia untuk melakukan kehati-hatian sepenuhnya sehubungan dengan prakarsa PBB Itu," tukas perwakilan Rusia.
(esn)