Picu Kontroversi, Bos Laundry Khusus Muslim di Malaysia Minta Maaf

Kamis, 28 September 2017 - 11:44 WIB
Picu Kontroversi, Bos...
Picu Kontroversi, Bos Laundry Khusus Muslim di Malaysia Minta Maaf
A A A
MUAR - Pemilik jasa cuci pakaian atau laundry swalayan “khusus Muslim” yang memicu kontroversi di Malaysia akhirnya meminta maaf. Usaha di Taman Seri Cempaka, Johor, itu kini terbuka untuk umum.

Bos laundry yang menolak diidentifikasi itu mengaku ditegur oleh Sultan Johor, Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar. Dia telah menghapus papan nama di usahanya yang memicu kontroversi.

”Saya menyesalkan masalah ini dan saya akan mematuhi perintah Yang Mulia,” kata pemilik jasa cuci pakaian tersebut. Usaha itu telah memicu kemarahan penguasa Johor setelah jadi sorotan media setempat dengan anggapan diskriminatif.

”Awalnya saya tidak menyadarinya (dampak berita). Saya hanya belajar tentang komentar Tuanku (Sultan Johor) setelah teman-teman saya mengingatkan saya,” ujar dia, Kamis (28/9/2017).

Papan nama usaha cuci pakaian itu diberitakan media lokal,The Star. Tulisan papan nama itu berbunyi; ”Dobi ini hanya menerima pelanggan beragama Islam sahaja atas faktor kesucian”. Dobi adalah orang yang bekerja mencuci dan menyeterika pakaian.

Gerai landry tersebut tetap terbuka dan pelanggan bisa melihat mesinnya. Namun, stiker bertuliskan "Untuk pelanggan beragama Islam sahaja” dan ”For Muslim customers only" masih terlihat disisipkan pada beberapa pengering.

”Saya sangat menyesal bahwa masalah ini telah memicu begitu banyak kontroversi,” kata pemilik usaha tersebut yang menambahkan bahwa dia juga akan segera menghapus stikernya.

Usaha itu mulai beroperasi pada 2016 dan papan nama dipasang beberapa waktu lalu pada bulan ini.

Salah satu pelanggan, yang hanya dikenal dengan nama pendek Zul, 25, mengaku mengenal bos laundry tersebut.

”Saya kenal pemiliknya sendiri. Dia adalah tetangga saya ketika saya masih kecil dan dia benar-benar bersahabat dengan orang lain terlepas dari agama dan rasnya,” ujarnya.

”Mungkin praktik ini adalah cara untuk menjangkau konsumen Muslim yang bisa sangat memperhatikan masalah kebersihan tersebut,” imbuh Zul.

Zul mengatakan, ada beberapa masalah seperti minuman beralkohol yang ditemukan pada pakaian beberapa pelanggan non-Muslim, sehingga pelanggan Muslim takut menggunakan mesin cuci dan pengering yang sama.

Sementara itu, beberapa pelanggan lain mengatakan bahwa papan reklame yang dipasang sebelumnya tidak perlu terutama di negara multiras seperti Malaysia.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
12 menit yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
2 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
4 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
4 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
5 jam yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
5 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved