Soal Kasus Pemukulan Terhadap WNI, Ini Kata KBRI Seoul

Senin, 04 September 2017 - 21:05 WIB
Soal Kasus Pemukulan...
Soal Kasus Pemukulan Terhadap WNI, Ini Kata KBRI Seoul
A A A
SEOUL - Kepala Fungsi Penerangan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Seoul, Korea Selatan (Korsel), M. Aji Surya angkat bicara mengenai kabar pemukulan terhadap seorang warga negara Indonesia (WNI) di Seoul. WNI yang diketahui bernama Jessica Setia itu dipukul oleh seorang penjaga kelab malam pada akhir pekan lalu.

Aji menuturkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Jesica dan juga sudah melakukan komunikasi dengan orang tua Jesica. Dalam komunikasi itu, lanjut Aji, KBRI memastikan akan terus memberikan pendampingan kepada Jesica.

"Sejak hari Minggu (3/8), KBRI Seoul sudah terus menangani masalah ini. Komunikasi dengan yang bersangkutan, termsuk para pihak dan polisi. Bahkan hari ini kita juga sudah bicara dengan orang tua Jessica. KBRI akan terus melakukan Pendampingan dalam arti luas. Kita juga memantau agar masalah ini bisa diselesaikan segera dan tidak meluas," kata Aji melalui pernyataan tertulis kepada awak media pada Senin (4/9).

"Kita ingin yang bersangkutan untuk bisa kembali kuliah dengan tenang. Kita juga mengimbau kepada warga Indonesia di Korea agar tetap berhati-hati dan kontak KBRI manakala ada masalah yang dihadapi," sambungnya.

Dia lalu menuturkan, kondisi Jesica saat ini sudah membaik, dan sudah mulai tenang. Aji menyebut, berdasarkan informasi terbaru yang ia dapat, Jesica sudah mulai kembali kuliah.

"Kita masih dalam proses untuk komunikasi dengan para pihak terkait. Sejauh ini belum ada pembicaraan sampai legal formal. Masih terlalu dini. kita ingin ada penyelesaian yang adil, namun mengedepankan kebersamaan. Semoga ada jalan keluar yang terbaik," ungkapnya.

Aji menambahkan, aksi kekerasan terhadap WNI sejatinya adalah hal yang jarang terjadi di Korsel, terlebih bila kekerasan itu didasari oleh rasisme. "Sejauh ini secara umum 40 ribu WNI di Korsel mendapatkan perlakuan yang baik. Ada satu dua kasus, tapi tidak bisa dipakai untuk pengambilan kesimpulan," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
15 menit yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
2 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
6 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
7 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
8 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
9 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved