Terungkap, Para Militan Indonesia Rencanakan Serangan 'Bom Kotor' ala Nuklir

Sabtu, 26 Agustus 2017 - 02:59 WIB
Terungkap, Para Militan...
Terungkap, Para Militan Indonesia Rencanakan Serangan 'Bom Kotor' ala Nuklir
A A A
JAKARTA - Para militan Indonesia berencana untuk melakukan serangan dengan “bom kotor” radioaktif. Mereka membuat bom dari bahan kimia berbahaya yang efeknya dianggap mirip bom nuklir.

Rencana itu diungkap tiga sumber kontra-terorisme aparat keamanan Indonesia yang dipublikasikan Reuters, sepekan setelah penggerebekan sebuah rumah terduga teroris di Bandung. Namun, upaya itu diragukan akan berhasil karena keahlian para militan belum mencukupi.

Sumber kepolisian yang mengetahui rencana itu menyebut ada rencana para militan untuk meledakkan “bom berbahan kimia”.

Tiga sumber kontra-terorisme, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa para militan berharap untuk mengubah torium radioaktif Thorium 232 (Th-232) menjadi Uranium 233 (U-233) yang mematikan.

Sebuah panduan instruksi yang digunakan para militan dan telah dilihat Reuters, menunjukkan bahwa uranium yang sangat radioaktif akan digabungkan dengan triacetone triperoxide (TATP) buatan sendiri untuk menciptakan apa yang mereka anggap sebagai "bom nuklir".

Baca: Densus 88 Bekuk Lima Terduga Teroris di Bandung

Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, menolak untuk mengonfirmasi secara detail soal rencana pembuatan perangkat “bom kotor” tersebut. Namun, dia mengatakan bahwa “bom kotor” yang sedang dirancang itu bisa lebih dahsyat daripada dua bom yang dibuat dari TATP yang menewaskan tiga polisi di Kampung Melayu, Jakarta, pada bulan Mei lalu.

”Jika bom ini selesai, itu akan memiliki dampak yang lebih merusak daripada bom yang dibuat dari 'Mother of Satan’ (Ibu Setan),” katanya merujuk pada julukan untuk TATP.

”Bisa membakar apa saja dan menyulitkan orang untuk bernafas,” katanya lagi, Jumat (25/8/2017).

Menurut tiga analis kepada Reuters dan website Asosiasi Nuklir Dunia, Thorium-232 dapat diubah menjadi Uranium-233 namun membutuhkan Thorium untuk menyerap neutron. Proses ini merupakan sebuah proses yang memerlukan iradiasi yang kuat, yang umumnya dari reaktor nuklir.

Panduan dari para militan tersebut menyarankan agar mesin X-Ray (sinar-X) atau microwave digunakan.

”Sinar-X tidak akan memiliki cukup pukulan untuk mengatasi energi ikatan atom Thorium,” kata Peter Hayes, ahli perangkat radiologi dari Nautilus Institute, melalui email.

”Anda tidak bisa memasak Th-232 untuk membuat U-233 dalam microwave dan, jika Anda bisa, Anda akan mengalami kematian yang menyakitkan dan cepat dari sifat radioaktif U-232 bersama yang diproduksi bersama U-233,” ujarnya.

Salah satu sumber kontra-terorisme senior Indonesia mengatakan bahwa sel yang berbasis di Bandung telah membeli sejumlah besar barang rumah tangga dan telah mulai mengekstrak Thorium.

”Mereka membutuhkan waktu tiga minggu, baru satu minggu (dalam proses saat polisi menggerebek),” kata sumber tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
22 menit yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
1 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
3 jam yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
3 jam yang lalu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
4 jam yang lalu
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved