Lebih dari 500 Neo-Nazi Gelar Aksi Demonstrasi di Berlin

Minggu, 20 Agustus 2017 - 07:17 WIB
Lebih dari 500 Neo-Nazi...
Lebih dari 500 Neo-Nazi Gelar Aksi Demonstrasi di Berlin
A A A
BERLIN - Lebih dari 500 neo-Nazi turun ke jalan-jalan di Berlin pada hari Sabtu untuk merayakan ulang tahun ke 30 kematian Rudolf Hess, salah satu deputi Adolf Hitler. Hess merupakan korban terakhir dari 19 pejabat Jerman yang dihukum oleh Pengadilan Militer Internasional di Nuremberg pada tahun 1946. Ia adalah salah satu penerus Hitler yang ditunjuk.

Hess dijatuhi hukuman seumur hidup di penjara, dan melakukan bunuh diri pada usia 93 di Penjara Spandau di Berlin pada tahun 1987. Banyak simpatisan Nazi yang berkumpul untuk menghormatinya, dan memamerkan tato intimidasi bergambar serigala, di mana mereka percaya bahwa Hess mati dan memujanya sebagai martir seperti dinukil dari New York Times, Minggu (20/8/2017).

Sekitar 1.000 anggota kelompok sayap kiri mengorganisir aksi tandingan, dengan polisi menahan beberapa dari mereka, termasuk pemimpinnya.

Kelompok ekstremis kanan di Jerman tidak diizinkan untuk menampilkan simbol Nazi, atau menggunakan seruan Hitler yang kaku. Tetapi pawai diijinkan jika mereka mematuhi batasan tersebut.

Penyelenggara aksi kelompok sayap kanan diberitahu bahwa mereka tidak dapat memuliakan Hess atau rezim Nazi, atau membawa senjata, drum atau obor. Mereka juga diberitahu bahwa mereka hanya bisa membawa satu bendera untuk setiap 25 peserta.

Bendera pilihan mereka adalah warna hitam, putih dan merah yang digunakan selama Kekaisaran Jerman dari tahun 1871 sampai 1918.

Para pendukung Hess dipaksa untuk mundur sekitar setengah mil dari Penjara Spandau karena adanya blokade yang dibentuk oleh aksi tandingan.

"Tikus-tikus itu keluar dari selokan. Trump telah membuatnya diterima secara sosial," ucap Jossa Bentja, yang berada di barisan aksi demonstrasi tandingan.

Beberapa kericuhan terjadi di antara kedua belah pihak, meski tidak ada korban luka serius yang dilaporkan.

Saat para penentang meneriakkan "Nazi, pulang ke rumah," sekitar 1.000 petugas polisi dikerahkan untuk menjaga kelompok bersebrangan itu tetap terpisah, dan hari itu berlalu dengan damai.
(ian)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
22 menit yang lalu
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
1 jam yang lalu
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
1 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
2 jam yang lalu
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
2 jam yang lalu
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved