Iran dan Hamas 'Mesra' Lagi untuk Melawan Israel

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:03 WIB
Iran dan Hamas Mesra...
Iran dan Hamas 'Mesra' Lagi untuk Melawan Israel
A A A
TEHERAN - Iran dan Hamas sepakat membuka “lembaran baru” dalam hubungan mereka dengan tujuan untuk melawan musuh bersama, yakni Israel. Hubungan keduanya kini "mesra lagi" setelah retak terkait krisis Suriah, dimana Hamas bersikap anti-rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kesepakatan itu tercapai setelah para pejabat senior Hamas melakukan kunjungan ke Teheran pada hari Senin yang disambut Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif. Kunjungan para pejabat Hamas juga untuk menghadiri pengambilan sumpah jabatan Presiden Iran oleh Hassan Rouhani yang terpilih kembali pada pemilu Mei lalu.

Hamas merupakan faksi Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza. Oleh Israel dan Amerika Serikat (AS), faksi itu dinyatakan sebagai organisasi teroris.

Uni Eropa juga pernah menyatakan hal serupa. Tapi, pada Juli lalu Uni Eropa menghapus nama Hamas dari daftar organisasi terroris yang membuat Israel dan AS marah.

“Kunjungan tersebut telah membuka halaman baru dalam hubungan bilateral kami dengan Iran yang bertujuan untuk menghadapi musuh bersama dan mendukung Palestina, Masjid Al-Aqsa dan perlawanan (terhadap pendudukan Israel),” kata pihak Hamas dalam sebuah pernyataan bersama dengan Menlu Zarif, seperti dikutip Jerusalem Post, Selasa (8/8/2017) malam.

Hamas juga mengutip pernyataan Zarif yang mengatakan bahwa Iran berencana untuk ”memelihara hubungan dengan faksi-faksi Palestina, yang dipimpin oleh Hamas, dan mempertahankan dukungannya untuk perlawanan Palestina”.

Di antara pejabat Hamas yang berkunjung ke Teheran itu salah satunya adalah Saleh al-Arouri, komandan militer yang oleh Israel dituding sebagai pengawas mengawasi “sel teror” di Tepi Barat. Dia dianggap dalang dari penculikan tiga remaja Israel pada tahun 2014 yang memicu perang Gaza.

Hubungan antara kedua belah pihak telah retak sejak awal konflik di Suriah pada tahun 2011. Faksi berkuasa di Gaza itu menolak untuk mendukung rezim Suriah—sekutu utama Iran di Timur Tengah—yang membuat Teheran marah. Imbasnya, Teheran memotong bantuan keuangan dan militer untuk Hamas.

Menurut sumber-sumber Palestina yang dikutip dari laporan Asharq Al-Awsat, keputusan Hamas untuk membangun hubungan yang lebih hangat dengan Teheran dipicu oleh sebagian perselisihan kelompok Islam yang berbasis di Gaza dengan Ikhwanul Muslimin.
(mas)
Berita Terkait
5 Fakta Kekuatan Jihad...
5 Fakta Kekuatan Jihad Islam, Pejuang Palestina yang Ditakuti Tentara Israel
Eks Pemimpin Jihad Palestina...
Eks Pemimpin Jihad Palestina Meninggal di Suriah Usai Koma 3 Tahun,
Iran Serukan Persatuan...
Iran Serukan Persatuan Umat Islam untuk Mendukung Palestina
Tensi Memanas, Israel...
Tensi Memanas, Israel Sebut Unit Elit Iran Siap Terjun Perang
Membom Gereja di Jalur...
Membom Gereja di Jalur Gaza, Iran Samakan Israel dengan ISIS
Dubes Mahdi Raunak:...
Dubes Mahdi Raunak: Iran Tempuh Upaya Diplomatik Hentikan Kejahatan Israel di Palestina
Berita Terkini
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
45 menit yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
2 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
3 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
4 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
5 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved