Bom Bunuh Diri Hantam Konvoi Militer di Kabul

Jum'at, 04 Agustus 2017 - 05:38 WIB
Bom Bunuh Diri Hantam...
Bom Bunuh Diri Hantam Konvoi Militer di Kabul
A A A
KABUL - Seorang pelaku bom bunuh diri telah menyerang sebuah konvoi militer di ibukota Afghanistan, Kabul. Serangan tersebut menewaskan seorang tentara NATO dan melukai beberapa lainnya.

"Lima tentara dan seorang penerjemah terluka," bunyi pernyataan yang dikeluarkan NATO seperti dikutip dari BBC, Jumat (4/8/2017).

Laporan lokal yang belum dikonfirmasi mengatakan tiga warga sipil juga tewas dalam insiden di distrik Qarabagh, Kabul.

Sebuah pernyataan NATO mengatakan bahwa ledakan Kamis malam terjadi ketika sebuah patroli bersama dengan tentara Afghanistan diserang oleh bom rakitan.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa semua korban luka berada dalam kondisi stabil dan sedang dirawat di rumah sakit militer AS di lapangan udara Bagram.

Koresponden mengatakan kekuatan Taliban yang berkembang dan kelompok yang dikenal sebagai Negara Islam (ISIS) di Qarabagh adalah sumber utama keprihatinan pasukan NATO yang berbasis di Bagram.

Pemboman ini merupakan kekerasan terbaru yang terjadi di Afghanistan bulan ini setelah pada Selasa, lebih dari 30 orang tewas dalam ledakan masjid di Herat.

Pada hari Senin seorang pembom bunuh diri membunuh dua orang di dekat kedutaan Irak di Kabul.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, setidaknya 1.662 warga sipil Afghanistan tewas pada paruh pertama 2017, dengan sekitar 20% di antaranya berada di ibu kota.

Pada akhir Juli, sebuah bom mobil bunuh diri menewaskan setidaknya 30 orang di sebuah distrik di Shia, Kabul. Taliban mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan itu.

Pada tanggal 31 Mei, sebuah pemboman besar di pusat kota tersebut menewaskan lebih dari 150 orang, serangan militan paling mematikan di negara tersebut sejak pasukan pimpinan AS menggulingkan Taliban dari kekuasaan pada tahun 2001.

Kekerasan tersebut menggarisbawahi situasi keamanan yang genting di Afghanistan. Situasi ini membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah tentara AS yang membantu militer dan polisi negara itu.

Para wartawan mengatakan bahwa pemboman bunuh diri di Kabul dalam beberapa pekan terakhir juga telah menciptakan krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah, kebijakan dan khususnya reputasi Presiden Ashraf Ghani.
(ian)
Berita Terkait
Unjuk Rasa Pengungsi...
Unjuk Rasa Pengungsi Imigran Afghanistan di Batam
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Demo ke Gedung DPR RI Tuntut Dipindah ke Negara Tujuan
Detik-Detik Pengungsi...
Detik-Detik Pengungsi Afghanistan Bakar Diri Terekam Video Amatir
Pencari Suaka Asal Afghanistan...
Pencari Suaka Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Trotoar Kebon Sirih
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Tiba di Bandara Dulles Virginia
Ratusan Imigran Afghanistan...
Ratusan Imigran Afghanistan Unjuk Rasa di Medan
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved