Kremlin: AS Tentukan Sendiri Diplomat yang Akan Dipulangkan
Senin, 31 Juli 2017 - 20:34 WIB
Kremlin: AS Tentukan Sendiri Diplomat yang Akan Dipulangkan
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Washington akan memilih sendiri staf diplomatik mana di Rusia yang akan dipulangkan, setelah Rusia menuntut agar Amerika Serikat (AS) mengurangi 755 staf, baik di Kedutaan Besar atau Konsulat mereka di Rusia. Pengurangan staf diplomatik adalah respon atas sanksi baru AS.
"Warga Rusia yang bekerja untuk kedutaan Amerika bisa menjadi salah satu dari 755 staf yang harus keluar, begitu pula diplomat AS," kata Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (31/7).
"Moskow tidak akan menunggu sampai Presiden Donald Trump menandatangani sanksi baru menjadi undang-undang, karena tidak ada gunanya menunggu setelah undang-undang tersebut diadopsi di Kongres," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, Presiden Vladimir Putin mengusir 755 diplomat AS dari Rusia sebagai balasan atas sanksi terbaru yang dijatuhkan pemerintah Presiden Donald Trump. Putin memperingatkan bahwa hubungan Washington dan Moskow bisa macet dalam waktu yang lama.
AS dalam sebuah pernyataan menyatakan menyesalkan keputusan Putin tersebut. Departemen Luar Negeri AS menyebut tindakan Putin tidak beralasan.
”Ini adalah tindakan yang disesalkan dan tidak beralasan. Kami akan menilai dampak pembatasan (diplomat) tersebut dan bagaimana kami akan meresponsnya,” bunyi pernyatan Departemen Luar Negeri AS
"Warga Rusia yang bekerja untuk kedutaan Amerika bisa menjadi salah satu dari 755 staf yang harus keluar, begitu pula diplomat AS," kata Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (31/7).
"Moskow tidak akan menunggu sampai Presiden Donald Trump menandatangani sanksi baru menjadi undang-undang, karena tidak ada gunanya menunggu setelah undang-undang tersebut diadopsi di Kongres," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, Presiden Vladimir Putin mengusir 755 diplomat AS dari Rusia sebagai balasan atas sanksi terbaru yang dijatuhkan pemerintah Presiden Donald Trump. Putin memperingatkan bahwa hubungan Washington dan Moskow bisa macet dalam waktu yang lama.
AS dalam sebuah pernyataan menyatakan menyesalkan keputusan Putin tersebut. Departemen Luar Negeri AS menyebut tindakan Putin tidak beralasan.
”Ini adalah tindakan yang disesalkan dan tidak beralasan. Kami akan menilai dampak pembatasan (diplomat) tersebut dan bagaimana kami akan meresponsnya,” bunyi pernyatan Departemen Luar Negeri AS
(esn)