Wanita Indonesia Tersangka Pembunuh Kim Jong-nam Mengaku Tak Bersalah

Jum'at, 28 Juli 2017 - 00:20 WIB
Wanita Indonesia Tersangka...
Wanita Indonesia Tersangka Pembunuh Kim Jong-nam Mengaku Tak Bersalah
A A A
KUALA LUMPUR - Siti Aisyah, 25, wanita Indonesia yang jadi tersangka pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri diktator muda Korea Utara Kim Jong-un, mengaku tidak bersalah.

Menurut pengacaranya, pengakuan Siti Aisyah itu akan disampaikan dalam sidang di pengadilan Malaysia, Jumat (28/7/2017).

Siti Aisyah dan wanita Vietnam, Doan Thi Huong, 29, jadi tersangka yang mengolesi wajah Kim Jong-nam dengan agen saraf VX, racun kimia yang dilarang PBB. Kim Jong-nam diserang saat berada di terminal bandara Kuala Lumpur pada 13 Februari lalu.

Siti dan Doan terancam hukuman mati di Malaysia jika terbukti bersalah. Namun, mereka mengaku ditipu karena mengira tindakan yang mereka lakukan adalah lelucon tidak berbahaya untuk sebuah acara yang direkam dengan kamera tersembunyi.

Hanya dua wanita itu yang ditahan polisi Malaysia dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam. Padahal, polisi Malaysia sebelumnya menyatakan pembunuhan itu didalangi para agen Korea Utara (Korut) yang direncanakan Kim Jong-un selama lima tahun.

Empat tersangka asal Korut telah melarikan diri dari Malaysia.

Korut sebelumnya menolak untuk menerima klaim Malaysia bahwa orang yang meninggal itu adalah Kim Jong-nam. Pyongyang juga mengklaim orang tersebut meninggal karena serangan jantung, bukan diserang racun.

Menurut pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon-seong, kliennya direkrut pada awal Januari oleh seorang pria Korut yang dikenal sebagai James. Siti direkrut untuk membintangi video prank show-nya.

Gooi seperti dilansir Al Jazeera, mengatakan bahwa James yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Ri Ji-u melakukan latihan dengan Siti di mal, hotel dan bandara dengan mengoleskan saus minyak dan lada pada wajah target.

Siti Aisyah dibayar antara USD100 hingga USD200 untuk setiap adegan lelucon yang dia perankan.

Pada akhir Januari, Siti Aisyah terbang ke Kamboja untuk bertemu Hong Song-hac, satu dari empat tersangka asal Korut yang meninggalkan Malaysia pada hari pembunuhan Kim Jong-nam. Menurut sang pengacara, Hong saat itu mengatakan kepada Siti Aisyah bahwa dia memproduksi prank show untuk pasar China.

Gooi melanjutkan, Hong meminta Siti Aisyah untuk melakukan beberapa aksi prank lagi di bandara Kuala Lumpur beberapa hari sebelum Kim Jong-nam diserang.

Dia mengatakan bahwa Hong memberikan identitas Kim Jong-nam kepada Siti Aisyah di bandara. Siti diduga menaruh racun di tangannya.

Siti Aisyah, yang memiliki seorang anak telah menulis pesan kepada keluarganya untuk meminta mereka agar mendoakannya. ”Agar kasus segera selesai dan saya bisa pulang ke rumah,” bunyi pesan Siti Aisyah.
(mas)
Berita Terkait
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Putin Tegaskan Rusia...
Putin Tegaskan Rusia Bisa Mempersenjatai Korea Utara
4 Negara dengan Penggunaan...
4 Negara dengan Penggunaan Sepeda Motor Tertinggi, Indonesia Peringkat Berapa?
Putin Peringatkan NATO...
Putin Peringatkan NATO Bergerak ke Asia, Rusia Wajib Merespons
Keanehan Vietnam saat...
Keanehan Vietnam saat Jamu Timnas Indonesia: Main di Stadion Klub Liga 3, VAR di Malaysia
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
2 jam yang lalu
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
4 jam yang lalu
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
12 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
13 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved