Sadis, Pria AS Tikam Teman Wanitanya 119 Kali

Kamis, 27 Juli 2017 - 09:43 WIB
Sadis, Pria AS Tikam...
Sadis, Pria AS Tikam Teman Wanitanya 119 Kali
A A A
WASHINGTON - Seorang mantan pelaut di Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menikam seorang wanita 119. Aksi sadis itu dilakukannya setelah mengetahui jika teman wanitanya adalah seorang transgender setelah mereka berhubungan seks.

Dwanya Hickerson (21) menghabisi teman wanitanya yang dikenal melalui dunia maya, Dee Whigham (25), setelah diberitahu jika Whigham terlahir sebagai lahir seorang pria seperti dikutip dari Independent, Kamis (27/7/2017).

Dalam persidangan di Mississippi's Jacksonville Circuit Court terungkap jika Hickerson menusuk wajah Whigham beberapa kali dan menggorok tenggorokannya di kamar hotel sebelum mandi dan membiarkannya mati.

Pasangan ini telah berkomunikasi lewat dunia maya selama dua bulan setelah melakukan kontak melalui situs kencan. Mereka kemudian memutuskan untuk bertemu untuk pertama kalinya saat Ibu Whigham mengunjungi kota Biloxi, tempat Hickerson tinggal, pada tanggal 23 Juli tahun lalu.

Perawat rumah sakit itu lantas menjemputnya di gerbang Pangkalan Angkatan Udara Keesler, di mana dia berlatih menjadi peramal cuaca, dan membawa mereka ke hotel, begitu keterangan di pengadilan.

Rekaman CCTV menunjukkan mereka berjalan ke kamar bersama di Best Western sekitar pukul 8.30 malam. Hickerson kemudian terlihat meninggalkan kamar itu 23 menit kemudian dengan kemejanya di lehernya.

Tubuh Whigham sendiri ditemukan sekitar pukul 9.45 oleh teman-temannya.

Seorang instruktur Angkatan Udara kemudian mengakui Hickerson dalam sebuah permohonan kepada polisi mengakui pembunuhan tersebut dan melaporkannya kepada detektif, menurut saluran berita WLOX.

Hickerson kemudian mengatakan kepada polisi bahwa dia dan Whigham bercinta di hotel. Whigham lantas mengatakan kepadanya bahwa dia adalah seorang transgender. "Saya membunuhnya, saya membunuhnya," katanya, menambahkan bahwa dia tidak banyak mengingatnya setelahnya.

Hickerson dipenjara selama 40 tahun tanpa pembebasan bersyarat setelah mengaku bersalah atas pembunuhan tingkat dua. Dia juga harus melakukan tugas sosial 15 tahun atas tuduhan perampokan setelah mengambil dompet dan telepon genggam Whigham.

Hickerson bisa menghadapi hukuman mati jika dia dihukum karena pembunuhan berencana.

Ibu Whigham, Vickie Blackney Whigham, mengkritik hukuman Hickerson.

"Saya pikir pembelaan itu sebuah tamparan di wajah. Dia mendapat kesempatan untuk bertemu keluarganya dan saya tidak memiliki kesempatan dengan anak saya," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
1 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
2 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
3 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
4 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
5 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved