Rusia Tolak Perubahan Rezim di Korut
Sabtu, 22 Juli 2017 - 05:17 WIB
Rusia Tolak Perubahan Rezim di Korut
A
A
A
MOSKOW - Rusia menegaskan tidak akan mendukung perubahan rezim di Korea Utara (Korut). Hal itu dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dalam sebuah wawancara eksklusif dengan NBC News.
"Kami tidak percaya perubahan rezim di manapun," katanya seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (22/7/2017).
Ia kemudian menekankan bahwa intelijen Rusia menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan oleh rezim Pyongyang pada 4 Juli lalu bukanlan rudal balistik antar benua (ICBM). Sementara para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan sebaliknya.
"Data objektif kami yang kami terima dari radar kami terletak tepat di perbatasan dengan Korut dan menurut data itu bukan rudal antar benua," jelasnya.
"Kami tidak dapat mengatakan bahwa kami tidak mempertimbangkan ancaman apa yang terjadi di Semenanjung Korea, karena apa yang Korut lakukan adalah pelanggaran berat terhadap resolusi Dewan Keamanan," sambungnya.
Dia menambahkan bahwa dia tidak mengerti mengapa Moskow digambarkan dapat menenangkan Korut dan menyetujui apa yang telah mereka lakukan.
Namun, dia mengatakan bahwa Rusia tidak akan mendukung resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dirancang untuk mencekik sepenuhnya ekonomi Korea Utara.
"PBB tidak dapat menghentikan program nuklir dengan mengorbankan ratusan ribu kehidupan warga Korut," tukasnya.
"Kami tidak percaya perubahan rezim di manapun," katanya seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (22/7/2017).
Ia kemudian menekankan bahwa intelijen Rusia menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan oleh rezim Pyongyang pada 4 Juli lalu bukanlan rudal balistik antar benua (ICBM). Sementara para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan sebaliknya.
"Data objektif kami yang kami terima dari radar kami terletak tepat di perbatasan dengan Korut dan menurut data itu bukan rudal antar benua," jelasnya.
"Kami tidak dapat mengatakan bahwa kami tidak mempertimbangkan ancaman apa yang terjadi di Semenanjung Korea, karena apa yang Korut lakukan adalah pelanggaran berat terhadap resolusi Dewan Keamanan," sambungnya.
Dia menambahkan bahwa dia tidak mengerti mengapa Moskow digambarkan dapat menenangkan Korut dan menyetujui apa yang telah mereka lakukan.
Namun, dia mengatakan bahwa Rusia tidak akan mendukung resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dirancang untuk mencekik sepenuhnya ekonomi Korea Utara.
"PBB tidak dapat menghentikan program nuklir dengan mengorbankan ratusan ribu kehidupan warga Korut," tukasnya.
(ian)