Presiden Korsel Berharap Bisa Bertemu Jong-un Sebelum Akhir Tahun
Rabu, 21 Juni 2017 - 20:12 WIB
Presiden Korsel Berharap Bisa Bertemu Jong-un Sebelum Akhir Tahun
A
A
A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengatakan, ia sedang berusaha untuk melakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Jae-in berharap pertemuan itu bisa berlangsung sebelum akhir tahun.
"Saya tentu berharap bahwa kondisinya bisa untuk dialog semacam itu sebelum akhir tahun, dan hanya karena kami percaya bahwa dialog diperlukan, tidak berarti bahwa kita tidak sabar untuk berdialog," kata Jae-in, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (21/6).
Pertemuan terakhir yang dilakukan antara pemimpin dua negara bertetangga tersebut terjadi pada tahun 2007, dimana saat itu Korut masih dipimpin oleh ayah Jong-un, yakni Kom Jong-il.
Jae-in sendiri sedari awal memang telah menyatakan ingin melakukan kunjungan ke Pyongyang, dan melakukan pertemuan dengan Jong-un untuk menyelesaikan masalah yang ada. Namun, sejauh ini belum ada respon dari pihak Korut.
Hubungan Korsel dan Korut dalam beberapa bulan terakhir bisa dikatakan terus memburuk. Hal ini disebabkan oleh tindakan Korut yang semakin rutin melakukan uji coba rudal, dan juga oleh latihan perang yang dilakukan oleh Korsel dan Amerika Serikat (AS) di Semenanjung Korea yang ditentang keras oleh Pyongyang.
"Saya tentu berharap bahwa kondisinya bisa untuk dialog semacam itu sebelum akhir tahun, dan hanya karena kami percaya bahwa dialog diperlukan, tidak berarti bahwa kita tidak sabar untuk berdialog," kata Jae-in, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (21/6).
Pertemuan terakhir yang dilakukan antara pemimpin dua negara bertetangga tersebut terjadi pada tahun 2007, dimana saat itu Korut masih dipimpin oleh ayah Jong-un, yakni Kom Jong-il.
Jae-in sendiri sedari awal memang telah menyatakan ingin melakukan kunjungan ke Pyongyang, dan melakukan pertemuan dengan Jong-un untuk menyelesaikan masalah yang ada. Namun, sejauh ini belum ada respon dari pihak Korut.
Hubungan Korsel dan Korut dalam beberapa bulan terakhir bisa dikatakan terus memburuk. Hal ini disebabkan oleh tindakan Korut yang semakin rutin melakukan uji coba rudal, dan juga oleh latihan perang yang dilakukan oleh Korsel dan Amerika Serikat (AS) di Semenanjung Korea yang ditentang keras oleh Pyongyang.
(esn)