Iran Sayangkan Keputusan Saudi Cs Putus Hubungan dengan Qatar
Senin, 05 Juni 2017 - 20:53 WIB
Iran Sayangkan Keputusan Saudi Cs Putus Hubungan dengan Qatar
A
A
A
TEHERAN - Iran mengatakan bahwa langkah negara-negara Arab untuk memutus hubungan dengan Qatar bukanlah cara untuk menyelesaikan krisis di Timur Tengah. Sebelummya, Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Yaman, Uni Emirat Arab, dan Libya adalah sejumlah negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Wakil Kepala Staf Presiden untuk Urusan Politik Iran, Hamid Aboutalebi menuturkan, era penerapan sanksi sudah berakhir dan memotong hubungan diplomatik, menutup perbatasan, dan blokade bukanlah cara untuk menyelesaikan krisis yang ada.
Aboutalebi seperti dilansir Trendz pada Senin (5/6), kemudian mengatakan, negara-negara ini tidak memiliki pilihan lain kecuali memulai dialog regional untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Arab Saudi cs memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, setelah mereka menuduh Qatar mendukung terorisme dan ikut campur urusan internal negara lain.
Kantor berita negara Bahrain dalam sebuah pernyataan singkat mengumumkan, warga Qatar memiliki waktu 14 hari untuk meninggalkan Manama, Ibu Kota Bahrain. Doha, lanjut pengumuman itu, telah campur tangan urusan dalam negeri Manama.
Sementara itu, Qatar mengatakan, mereka adalah korban dari sebuah kampanye kebohongan dan rekayasa yang sangat sempurna. Doha kemudian mengatakan, mereka adalah negara yang sangat berkomitmen terhadap piagam Dewan Kerjasama Teluk, menghormati kedaulatan negara-negara lain, dan tidak ikut campur dalam urusan negara lain.
Wakil Kepala Staf Presiden untuk Urusan Politik Iran, Hamid Aboutalebi menuturkan, era penerapan sanksi sudah berakhir dan memotong hubungan diplomatik, menutup perbatasan, dan blokade bukanlah cara untuk menyelesaikan krisis yang ada.
Aboutalebi seperti dilansir Trendz pada Senin (5/6), kemudian mengatakan, negara-negara ini tidak memiliki pilihan lain kecuali memulai dialog regional untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Arab Saudi cs memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, setelah mereka menuduh Qatar mendukung terorisme dan ikut campur urusan internal negara lain.
Kantor berita negara Bahrain dalam sebuah pernyataan singkat mengumumkan, warga Qatar memiliki waktu 14 hari untuk meninggalkan Manama, Ibu Kota Bahrain. Doha, lanjut pengumuman itu, telah campur tangan urusan dalam negeri Manama.
Sementara itu, Qatar mengatakan, mereka adalah korban dari sebuah kampanye kebohongan dan rekayasa yang sangat sempurna. Doha kemudian mengatakan, mereka adalah negara yang sangat berkomitmen terhadap piagam Dewan Kerjasama Teluk, menghormati kedaulatan negara-negara lain, dan tidak ikut campur dalam urusan negara lain.
(esn)