Pemimpin Dunia Ramai-ramai Tunjukan Solidaritas untuk Inggris

Minggu, 04 Juni 2017 - 13:58 WIB
Pemimpin Dunia Ramai-ramai...
Pemimpin Dunia Ramai-ramai Tunjukan Solidaritas untuk Inggris
A A A
LONDON - Serangan teror di London Bridge dan Borough Market mengejutkan dunia internasional. Sejumlah pemimpin negara pun sontak memberikan dukungan dan mengutuk serangan yang menewaskan enam orang dan melukai puluhan orang itu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui akun Twitternya menawarkan bantuan kepada Inggris pasca serangan teror tersebut. "Apa pun yang dapat dilakukan oleh AS untuk membantu London dan Inggris, kami akan berada di sana - Kami bersama Anda," cuit Trump seperti dikutip dari BBC, Minggu (4/6/2017).

Trump juga meminta larangan perjalanannya kepada pengunjung dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim untuk dikabulkan oleh pengadilan AS, di mana ia ditantang.

Sementara Presiden Emmanuel Macron mengatakan Prancis akan tetap berada di pihak Inggris. "Dalam menghadapi tragedi yang baru ini, Prancis tetap berada di sisi pihak Inggris lebih dari sebelumnya. Pikiran saya bersama pada korban dan orang-orang yang mereka cintai," kata Macron.

Dalam kesempatan itu, Macron juga mengungkapkan jika dua warga Prancis turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Menurut Macron salah satunya mengalami luka yang serius.

Para pemimpin negara-negara persemakmuran (Commenwealth) juga memberikan dukungannya kepada Inggris.

"Berita mengerikan dari London malam ini. Kami sedang memantau situasi," kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di Twitter.

Sementara Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan: "Doa dan rasa solidaritas kami hari ini selalu bersama masyarakat Inggris dalam menghadapi serangan teroris di London yang mengejutkan."

Pernyataan dukungan juga datang dari Perdana Menteri Selandia Baru, Bill English. "Pikiran masyarakat Selandia Baru bersama para korban. Terlalu banyak nyawa yang diambil oleh teroris untuk menimbulkan rasa sakit dan penderitaan pada orang-orang yang tidak bersalah," kata English.
(ian)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
1 jam yang lalu
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
2 jam yang lalu
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
4 jam yang lalu
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
4 jam yang lalu
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
6 jam yang lalu
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
7 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved