Bunuh Informan CIA, China Lumpuhkan Operasi Spionase AS

Minggu, 21 Mei 2017 - 16:28 WIB
Bunuh Informan CIA,...
Bunuh Informan CIA, China Lumpuhkan Operasi Spionase AS
A A A
WASHINGTON - Pemerintah China secara sistematis membongkar operasi spionase CIA di negara tersebut mulai tahun 2010. Mereka membunuh atau memenjarakan lebih dari selusin informan selama dua tahun dan melumpuhkan pertemuan intelijen di sana bertahun-tahun kemudian.

Seperti dikutip dari New York Times, Minggu (21/5/2017), menurut pejabat dan mantan pejabat Amerika Serikat (AS), dari minggu-minggu terakhir tahun 2010 sampai akhir tahun 2012, China membunuh setidaknya selusin informan CIA. Selain itu, masih ada yang dimasukkan ke dalam penjara. Semua mengatakan, China membunuh atau memenjarakan 18 sampai 20 informan CIA.

Pejabat dan mantan pejabat AS menggambarkan kesalahan intelijen ini sebagai salah satu yang terburuk dalam beberapa dasawarsa. Menilai kejatuhan operasi spionase yang bocor bisa menjadi sulit, namun insiden itu dianggap sangat merusak. Jumlah aset AS yang hilang di China, menyaingi orang-orang yang hilang di Uni Soviet dan Rusia selama pengkhianatan Aldrich Ames dan Robert Hanssen. Kedua orang itu sebelumnya adalah agen CIA Dan FBI, yang membocorkan operasi intelijen ke Moskow selama bertahun-tahun.

Insiden ini pun membuat FBI dan CIA melakukan penyelidikan gabungan. Namun, para penyidik pun terpecah mengenai penyebabnya. Beberapa meyakini ada orang dalam CIA yang telah mengkhianati AS. Dugaan ini mengerucut pada mantan agen CIA yang telah bekerja di divisi yang mengawasi China. Mereka percaya bahwa dia kemungkinan besar bertanggung jawab atas kejadian ini. Namun upaya untuk mengumpulkan cukup bukti untuk menangkapnya gagal, dan sekarang ia tinggal di negara lain di Asia.

Dugaan lain adalah China berhasil merusak sistem komunikasi rahasia CIA yang terbiasa membuat kontak dengan sumber luar negerinya. Yang lainnya berpikir bahwa kebocoran tersebut merupakan hasil dari pekerjaan ceroboh mata-mata termasuk melakukan perjalanan dengan rute yang sama ke titik pertemuan yang sama atau bertemu sumber di restoran tempat orang China menanam perangkat pendengar

Bertahun-tahun kemudian, perdebatan itu tetap belum terselesaikan. CIA telah mencoba untuk membangun kembali jaringan mata-mata di China. Sebuah usaha mahal dan memakan waktu yang pernah dilakukan oleh mantan kepala Divisi Asia Timur.

China telah sangat agresif melakukan aksi spionase dalam beberapa tahun terakhir, di luar peretasan catatan Manajemen Kantor Personalia pada tahun 2015. Tahun lalu, seorang karyawan FBI diputus bersalah karena bekerja sebagai agen spionase China selama bertahun-tahun. Ia memberikan informasi teknologi sensitif ke Beijing dengan imbalan uang tunai, kamar hotel mewah selama perjalanan dan pelacur asing.

Pada bulan Maret, jaksa mengumumkan penangkapan pegawai Departemen Luar Negeri, Candace Marie Claiborne, yang dituduh berbohong kepada penyidik tentang kontaknya dengan pejabat China. Menurut laporan kriminal terhadap Claiborne, yang mengaku tidak bersalah, agen China mengirim uang ke rekening banknya dan memberinya hadiah yang mencakup iPhone, laptop dan uang sekolah di sekolah mode China. Selain itu, menurut laporan tersebut, dia menerima sebuah apartemen lengkap dan uang saku.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
50 menit yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
1 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
3 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
5 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved