Pilpres Iran, 'Duel' Rouhani Reformis vs Raisi Garis Keras

Sabtu, 20 Mei 2017 - 05:08 WIB
Pilpres Iran, Duel Rouhani...
Pilpres Iran, 'Duel' Rouhani Reformis vs Raisi Garis Keras
A A A
TEHERAN - Jutaan rakyat Iran memberikan hak suaranya dalam pemilihan presiden Iran (pilpres), hari Jumat. Pilpres tahun ini dianggap menjadi pertarungan sengit presiden petahana Hassan Rouhani dengan kandidat dari kubu garis keras, Ebrahim Raisi.

Penghitungan suara dimulai pada hari Sabtu (20/5/2017). Selain dua kandidat yang dinggulkan itu, pilpres Iran tahun ini juga diikuti dua kandidat lainnya, yakni Mostafa Mirsalim dari kubu garis keras atau konservatif dan Mostafa Hashemitaba dari kubu reformis. Namun, kedua kandidat ini tidak diunggulkan dalam berbagai jajak pendapat.

Pemungutan suara ditutup pada pukul 23.00 malam waktu Teheran. Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani-Fazli mengatakan bahwa berdasarakan UU, pemungutan suara tidak bisa dilanjutkan lewat tengah malam.

Dari data penyelenggara pilpres, sebanyak 56 juta orang berhak memberikan hak suaranya.

”Setiap orang harus memilih dalam pemilihan penting ini, berikan suara pada dini hari,” kata Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, setelah memberikan hak suaranya di tempat pemungutan suara di Ibu Kota Teheran. ”Nasib negara ditentukan oleh rakyat,” katanya lagi, seperti dilansir Al Jazeera.

Persaingan kubu reformis dan kubu konservatif semakin memanas sejak Iran mencapai kesepakatan nuklir dengan enam negara kekuatan dunia, termasuk Amerika Serikat (AS) di dalamnya. Kesepakatan nuklir yang tercapai di bawah pemerintahan Presiden Rouhani itu ditentang kubu garis keras yang anti-Barat.

Pemerintah Rouhani mengklaim kesepakatan nuklir membantu Iran keluar dari isolasi internasional karena sanksi atau embargo ekonomi dicabut oleh negara-negara Barat.

Tapi, kubu Raisi mengklaim berpihak sebagai pembela orang miskin menyebut langkah pemerintah Rouhani gagal menyelamatkan ekonomi Iran. Raisi menyerukan Iran untuk menjaga jarak yang ketat dengan Barat.

Raisi mengaku akan tetap mematuhi kesepakatan nuklir, namun dia mengkritisi kemerosotan ekonomi yang berlanjut sebagai bukti bahwa upaya diplomatik Rouhani telah gagal.

”Alih-alih menggunakan tangan muda kita yang cakap untuk menyelesaikan masalah, mereka menempatkan ekonomi kita ke tangan orang asing,” ucap Raisi dalam kampanye terakhirnya di Kota Masyhad pada hari Rabu lalu.
(mas)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
11 menit yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
1 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
2 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
2 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
3 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved