Indonesia Berharap Semakin Banyak Negara Ratifikasi Perjanjian NPT

Rabu, 17 Mei 2017 - 16:52 WIB
Indonesia Berharap Semakin...
Indonesia Berharap Semakin Banyak Negara Ratifikasi Perjanjian NPT
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia berharap semakin banyak negara, khususnya negara pemilik senjata nuklir untuk meratifikasi perjanjian nonproliferasi nuklir (NPT). Banyak keuntungan dari hal ini, salah satunya adalah menekan negara nuklir yang masih menolak meratifikasi perjanjian itu.

Mantan Perwakilan Tetap Indonesia untuk badan PBB di Wina, Austria, Rahmat Budiman menuturkan walaupun hal ini sulit, tapi Indonesia harus terus bersikap positif. Indonesia harus terus berusaha agar semakin banyak negara yang meratifikasi perjanjian tersebut.

"Apapun kita harus positif, ini kan ada dua hal pemberlakuan dan universalitas. Dengan semakin banyaknya yang tergabung, kan dia nanti menjadi terpencil sendiri, akan menjadi yang aneh sendiri. Dorongan-dorongan semacam itu yang harus dilakukan. Lebih dari itu apa? Jadi untuk terus memperlihatkan bahaya-bahaya, dan untuk menekankan kepentingan untuk maksud damai itu," tutur Rahmat.

"Memang kalau idealisnya itu tidak ada senjata nuklir di dunia. Tapi realitasnya kan seperti ini, mau tidak mau. Jadi kita lakukan adalah bagaimana pentingnya menggarisbawahi pentingnya nuklir untuk tujuan damai," sambungnya, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Sementara itu ketika ditanya apakah ada mekanisme lain untuk mendesak negara-negara tersebut meratifikasi perjanjian itu, dia mengatakan ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan. Ia lanats menyebut, satu hal yang terpenting adalah semua pihak terus berusaha untuk mendorong semakin banyak negara meratifikasi perjanjian tersebut.

"Sekarang yang negara-negara coba, NPT kan lebih kepada non proliferasi bukan pada pelarangan. CTBT itu juga mengenai pelarangan terhadap tesnya, tapi bukan pelarangan pada kepemilikan. Kita sedang berupaya manalagi nih?" katanya.

"Nah upaya itulah yang sekarang membuat suatu legaly binding, instrumen-instrumen yang nantinya mendelegitimasi keberadaan senjata nuklir, pelarangan senjata nuklir, penggunaan, semua. Itu upaya yang terus dilakukan, kalau diam saja yah. Nanti apakah efektif atau tidak itu kan pertanyaan, efektif atau tidak itu harus kita lakukan, hasilnya nanti baru kita ketahui efektif atau tidak. Tapi secara moral harus kita lakukan," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
53 menit yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
1 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
1 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
2 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
2 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved