Filipina Akan Pertimbangkan Rekomendasi Dewan HAM PBB

Jum'at, 12 Mei 2017 - 02:22 WIB
Filipina Akan Pertimbangkan...
Filipina Akan Pertimbangkan Rekomendasi Dewan HAM PBB
A A A
JENEWA - Filipina mengatakan akan mempertimbangkan rekomendasi mengenai pembunuhan dalam perang melawan narkoba. Namun begitu, mereka tidak akan berhenti melakukan perang melawan narkoba atau menuntut polisi karena penggunaan kekerasan yang berlebihan.

Presiden Rodrigo Duterte telah banyak dikecam oleh Barat karena gagal untuk membatasi pembunuhan tersebut dan menangani tuduhan para aktivis tentang pembunuhan sistematis yang disponsori oleh polisi terhadap pengguna dan bandar narkoba. Semua tuduhan tersebut ditolak oleh pihak berwenang.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah memeriksa catatan Filipina minggu ini, di mana delegasi pemerintah mengatakan tidak ada gelombang baru pembunuhan yang dilakukan atas nama kampanye tersebut dan mencela fakta alternatif.

"Sejak Duterte menjabat 10 bulan lalu, ada 9.432 kasus pembunuhan, termasuk 2.692 kematian akibat operasi penegak hukum yang sah", katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/5/2017).

Dewan HAM PBB telah mengadopsi sebuah laporan yang terdiri dari 257 rekomendasi dari 95 negara di mana kira-kira setengahnya menyuarakan keprihatinan atas gelombang pembunuhan tersebut. Dewan HAM PBB lantas mengatakan kepada Filipina untuk melaporkan kembali dengan posisi sejelas-jelasnya pada sesi bulan September mendatang.

Diantara rekomendasi tersebut adalah berasal dari Amerika Serikat (AS). AS meminta Filipina untuk memastikan bahwa semua operasi kontra narkotika dilakukan sesuai dengan perlindungan konstitusional dan kewajiban hak asasi manusia internasional.

"Dengan kemampuan terbaiknya, kami mencoba menjelaskan alasan yang mendasari kampanye ini, yaitu melindungi hak asasi manusia dari sebagian besar warga kami yang berpotensi mengalami konsekuensi gelap dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ekonomi sosial lebih lanjut," kata Menardo Guevarra, sekretaris eksekutif senior deputi di kantor Duterte.

"Presiden Komite Hak Asasi Manusia akan meninjau dan menentukan tindakan apa yang harus diambil berdasarkan berbagai rekomendasi Anda", katanya pada forum tersebut.

"Masyarakat internasional mengirimkan pesan yang sangat kuat kepada pemerintah Filipina hari ini. Banyak dari rekomendasi tersebut yang menangani pembunuhan di luar hukum, penahanan sewenang-wenang terhadap kampanye pemerintah untuk memberantas obat-obatan terlarang," kata juru bicara dewan Rolando Gomez .

"Hampir 50 negara telah menyuarakan keprihatinan, jadi jelas itu banyak beredar, dan sekarang tentu saja terserah kepada pemerintah untuk memenuhi janji yang mereka sepakati di sini", sambung Gomez.

China, yang selama debat mengucapkan selamat kepada pemerintah Duterte atas "prestasi luar biasa" dalam melindungi hak asasi manusia, mengemukakan dalam rekomendasinya bahwa pihak Filipina harus mengatasi akar penyebab obat-obatan terlarang melalui pembangunan.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
57 menit yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
2 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
3 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
4 jam yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
6 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved