Bayi 18 Bulan Palestina Dibakar Hidup-hidup, Kerabatnya Gugat Israel

Selasa, 09 Mei 2017 - 10:59 WIB
Bayi 18 Bulan Palestina...
Bayi 18 Bulan Palestina Dibakar Hidup-hidup, Kerabatnya Gugat Israel
A A A
NABLUS - Seorang bayi 18 bulan di Palestina dibakar hidup-hidup bersama orangtuanya dalam serangan yang dilakukan seorang ekstremis Yahudi tahun 2015. Kerabat bayi itu kini menggungat pemerintah Israel.

Pemerintah Israel digugat karena dianggap melakukan “kelalaian kriminal”.

Serangan tersebut terjadi di Desa Kafr Duma, dekat Kota Nablus, Tepi Barat pada bulan Juli 2015. Pemukim Yahudi Israel membakar rumah keluarga Dawabsha, di mana bayi berusia 18 bulan bernama Ali Saad, nyaris tewas seketika bersama kedua orangtuanya.

Dalam serangan itu, kedua orang tua Ali Saad terluka parah dalam kobaran api sebelum akhirnya meninggal. Ali kemudian meninggal di rumah sakit beberapa bulan setelah serangan itu.

Satu-satunya yang bertahan hidup dari keluarga itu adalah kakak Ali, Ahmed, yang berusia empat tahun. Ahmed harus menjalani perawatan selama beberapa bulan akibat luka bakar yang serius.

Kerabat keluarga Dawabsha kini mengajukan gugatan hukum terhadap Negara Israel di Pengadilan Negeri Nazaret pada hari Senin (8/5/2017).

Keputusan untuk mengajukan tuntutan bukanlah tentang uang. Namun, kerabat Ali meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan warganya terhadap keluarga Palestina. Demikian disampaikan Hassan Khatib, pengacara yang mewakili keluarga Ali.

Tersangka pembakar menulis prasasti di dinding rumah keluarga Ali saat melakukan serangan.”Hiduplah Mesias”, bunyi salah satu tulisan di dinding rumah yang dibakar. Tulisan lain berbunyi “Balas Dendam” dengan simbol Bintang Daud (David Star) di samping tulisan itu.

”Insiden brutal ini menyebabkan hasil terburuk, yang juga meninggalkan bekas luka pada jiwa. Jumlah klaimnya bukanlah masalahnya,” kata Khatib, yang dikutip dari Jerusalem Post, Selasa (9/5/2017). ”Tanggung jawab sipil dan keamanan sepenuhnya terletak pada Negara Israel,” katanya lagi.

“Israel menciptakan rumah kaca dan tempat bagi kelompok pelanggar hukum untuk merencanakan dan mempersiapkan diri guna melakukan kejahatan kebencian terhadap penduduk Palestina di wilayah tersebut,” lanjut Khatib.

Dalam gugatan itu, kerabat Ali juga menyatakan bahwa negara Israel harus dimintai pertanggungjawaban atas “kelalaian kriminal” yang menyebabkan penyerangan.

Paman Ahmed, Nasser Dawabsha, mengatakan kepada AFP bahwa Ahmed masih hidup, tapi menderita luka parah.

”Ahmed menderita cacat,” katanya.”(Menderita) ketidakmampuan medis dan psikologis atas kehilangan ayah, ibu dan saudara laki-lakinya.”
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
36 menit yang lalu
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
5 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
7 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
7 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
8 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved